Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puluhan PKL City Walk Sunan Kudus Pilih Jualan di Rumah Selama PPKM Darurat

Sejumlah tenda PKL City Walk Sunan Kudus masih berdiri di tengah gelap gulita karena lampu penerangan jalan dimatikan. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sekitar 20 pedagang kaki lima (PKL) Kuliner di City Walk Sunan Kudus memilih untuk meliburkan diri dan berjualan di rumah sementara waktu, Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban PKL City Walk Sunan Kudus Mundloha, Jumat (9/7/2021).

“Ada sekitar 20 PKL yang libur berjualan langsung dan memilih memaksimalkan penjualan via layanan online dari rumah selama PPKM ini,” kata dia.

Sementara yang saat ini masih berjualan, kata dia, ada sekitar 40 PKL. Termasuk di antaranya adalah PKL yang berada di zona dalam portal, atau tepatnya di sebelah timur perempatan.

“Saat ini karena daerah tersebut ditutup karena penyekatan, mereka beralih merapat ke sisi barat terlebih dahulu. Namun kalau penyekatannya sudah rampung akan kembali ke sana lagi,” sambung Mundloha.

Walau lampu penerangan jalan di area city walk Sunan Kudus dimatikan, pedagang tetap akan berjualan sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Pihaknya juga telah membuat satgas sendiri untuk mengingatkan para PKL agar tetap berjualan dengan aturan.

Mulai dari tidak melayani makan di tempat, hingga tutup sesuai jam yang ditentukan pemerintah. Yakni pukul 20.00 WIB.

“Kalau soal pemadaman lampu itu kami sudah mulai biasa ya, karena sebelum ini kan juga dimatikan, ya hanya omzetnya memang menurun sangat drastis, paling semalam hanya 40 persenan dari hari di luar PPKM Darurat,” ujar dia.

Pihaknya pun berharap keadaan bisa normal kembali. Sehingga omzet yang didapat juga setidaknya bisa pulih kembali.

“Harapannya memang perputaran ekonomi bisa berangsur pulih lagi, karena saat ini juga daya beli pelanggan mulai menurun, mungkin mereka merasa untuk memilih tidak boros dahulu,” jelas Mundloha.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...