Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemerintah Jepara Tunda Vaksinasi di Pasar-Pasar

Proses vaksinasi di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara berencana melaksanakan vaksinasi di pasar-pasar. Namun, rencana itu ditunda untuk sementara waktu.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, pihaknya menunda vaksinasi bagi para pedagang di pasar-pasar. Dirinya menilai, vaksinasi masih bisa dioptimalkan melalui Puskesmas-puskesmas.

“Sementara kita tunda dulu. Saya lihat di Puskesmas dan faskes (fasilitas kesehatan, red) sudah bisa maksimal,” kata Andi, Jumat (9/7/2021).

Andi menyatakan, para pedagang di pasar bisa mengikuti vaksinasi di puskesmas atau faskes terdekat. Diketahui, DKK memang menggencarkan vaksinasi ini melalui tangan-tangan Puskesmas dan faskes.

Lewat Puskesmas, vaksinasi juga dilaksanakan di kantor pemerintah desa. Pekan ini, pemerintah desa di seluruh Jepara telah mendapatkan jadwal vaksinasi.

Andi menegaskan, vaksinasi di tingkat desa tidak ada kaitannya dengan bantuan sosial apapun.

Pihaknya tidak menampik bahwa ada anggapan di masyarakat, bahwa setiap penerima bantuan sosial wajib mengikuti vaksinasi. Jika menolak, bantuan itu akan dicabut atau ditangguhkan.

“Saya tekankan sekali lagi, kami tidak pernah membuat kebijakan tentang keterkaitan bantuan sosial dan vaksinasi,” tegas Andi.

Andi menjelaskan, sejauh ini, para pendamping bantuan sosial itu memang diminta untuk mengedukasi agar masyarakat mau ikut vaksinasi. Dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak boleh dipaksa.

Bupati berharap, masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya vaksinasi. Sebab, vaksinasi bisa menjadi salah satu cara untuk mempertebal imunitas masing-masing orang.

“Saya meminta masyarakat mau lah, divaksin. Vaksin ini gratis dan akan menjadi penambah imun,” tutur Andi.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...