Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Antonio Conte: “Kami Tahu Artinya Bermain Final dan Bagaimana Memenangkannya”

Antonio Conte sebut Italia lebih berpengalaman. Biasa main di final dan tau bagaimana memenangkannya.(twitter.com/@GoalNews)

MURIANEWS, Roma- Mantan Pelatih Tim Nasional Italia, Antonio Conte menyebut Italia lebih berpeluang menjadi Juara Euro 2020 dibanding Inggris. Dua tim ini akan bertemu pada pertandingan final di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) dinihari WIB.

Penilian ini disampaikannya berdasarkan identifikasi dari kekuatan masing-masing tim. Kepada Tim Inggris, Conte memperingatkan bahwa Italia dapat mengandalkan pengalaman dan tekanan tinggi.

“Kami tahu apa artinya bermain Final dan bagaimana memenangkannya. Sementara tekanan bisa terlalu banyak untuk Inggris,” ujarnya Jum’at (9/7/2021).

Tim Gli Azzurri melewati Spanyol melalui adu penalti di semifinal mereka. Sementara Inggris membutuhkan tendangan penalti yang disebutnya ‘meragukan’ untuk mengalahkan Denmark di perpanjangan waktu.

“Italia sepenuhnya layak berada di Final karena mereka membuktikan diri sebagai tim yang lebih komplet daripada lawan mana pun yang mereka hadapi. Mereka mampu menghadapi berbagai situasi berbeda, baik dengan maupun tanpa bola,” ujarnya lagi.

Italia juga disebut oleh Conte, bisa selalu berusaha mempertahankan ide, identitas, dan gaya mereka sendiri. Selain itu juga mampu beradaptasi dengan kualitas fisik, teknis, dan taktis lawan mereka, lalu menemukan cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal.

Conte juga menampik klaim bahwa pada pertandingan Italia Vs Spanyol, Azzuri bermain negative, dan hanya berfokus pada serangan balik. Sehingga dirinya tidak pernah setuju, jika dalam pertandingan itu Spanyol disebut-sebut mendominasi permainan.

Sebaliknya, partai Italia Vs Spanyol, dari sudut pandang dirinya ia justru menyebut Italia yang mendominasi pertandingan. Karena baginya dominasi adalah bagaimana sebuah tim menciptakan banyal peluang.

“Menurut saya, dominasi berarti menciptakan peluang mencetak gol dan situasi berbahaya. Dalam pengertian itu, ‘dominasi’ Spanyol atas Italia tidak begitu jelas. Jika penguasaan bola tidak menggunakan saluran vertikal untuk mendekati gawang atau menciptakan situasi satu lawan satu di sayap, maka itu menjadi steril,” begitu alasannya.

“Rasio Gol lebih mendasar daripada statistik penguasaan bola, karena Anda bisa menjaga bola selama yang Anda suka, tetapi jika Anda tidak menciptakan peluang, tidak menembak dan tidak mencetak gol, Anda tidak akan menang,” sergahnya lagi.

Conte besikeras bahwa Italia akan sulit dikalahkan, karena mereka selalu siap. Mereka tidak meninggalkan ruang dan selalu memaksakan pendekatan yang rumit. Italia juga memiliki ‘tembok’ yang dibentuk oleh Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

“Saya menganggap Donnarumma sebagai salah satu dari tiga kiper terbaik di dunia. Apa yang bisa kita katakan tentang Bonucci dan Chiellini? Bahkan setelah seribu pertempuran, mereka masih mencium bau darah. Mentalitas pemenang, karakter, kekuatan. Dalam menghadapi saat-saat sulit, mereka benar-benar pemain top dalam peran mereka,” tegasnya.

Sedangkan untuk tim Inggris, Conte menilai mereka bukan tim seperti Spanyol, yang cenderung mengoper ke belakang jika menghadapi hadangan. Inggris akan selalu mencoba untuk memukul dalam situasi satu lawan satu.

Banyak yang memuji Harry Kane atas kemampuannya merebut bola dan bermain bersama tim, seperti saat menyamakan kedudukan melawan Denmark. Tapi itu di dalam kotak pinalti di mana dia menjadi sangat klinis. Tentu saja dia perlu untuk selalu ditahan disana, karena bisa menghancurkan.

Inggris juga memiliki dua gelandang yang sangat kuat pada diri Rice dan Phillips. Mereka membawa keseimbangan, namun sangat sedikir memberi operan vertical. Mereka sering menggunakan opsi sederhana dalam bermain.

“Sekali lagi, ini saatnya Italia harus menunjukkan pengalamannya membaca berbagai momen pertandingan. Pendukung kami di Stadion lebih sedikit, tetapi kami lebih banyak pengalaman daripada mereka di lapangan. Kami tahu apa artinya bermain Final. Kami juga tahu bagaimana memenangkannya,” katanya dengan penuh keyakinan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Football.Italia

Comments
Loading...