Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemadaman LPJU Malam Hari di Kudus, Dikhawatirkan Picu Kriminalitas

Salah satu jalan di Kota Kudus yang dilakukan pemadaman (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemadaman lampu di sejumlah ruas jalan Kabupaten Kudus saat PPKM Darurat dikhawatirkan memicu tindak kriminalitas. Keputusan itu pun menjadi perbincangan sejumlah pihak.

Salah satunya, Kepala Desa Ploso Mas’ud. Dia menyayangkan adanya pemadaman listrik saat malam hari. Mas’ud khawatir, kebijakan pemadaman lampu penerangan jalan umum (LPJU) justru meningkatkan tindak kriminalitas.

“Kalau PPKM Darurat itu, sangat setuju, karena memang anjuran pemerintah. Yang saya sayangkan (adanya) pemadaman listrik di malam hari, mulai tadi malam (Rabu, 7/7/2021). Karena banyak kejahatan yang kemarin, semakin meningkat, hampir setiap hari kejahatan selalu muncul, ” katanya Kamis (8/7/2021).

Dia tidak setuju dengan kebijakan pemadaman LPJU di malam hari. Sebab, sebelumnya pihaknya sering mendapatkan informasi adanya tindak kejahatan.

“Kalau padam terus, kejahatannya bisa meluas dan menjadi kesempatan. Saya harap tetap dinyalakan, apalagi ada karyawan pabrik yang bekerja bergilir. Khawatirnya, kalua dipadamkan justru membahayakan masyarakat,” katanya.

Mas’ud menceritakan pernah menemui gerombolan pemuda yang keliling dengan membawa parang besar di Jalan Lingkar Kecamatan Kaliwungu. Kejadian itu saat pemberlakukan PPKM darurat di hari pertama.

“Saya melihat sendiri di lampu merah jetak ke utara, pada saat itu saya mengantar teman jam setengah 3 dinihari. Dari utara ada motor dua, empat orang pakai senjata tajam, senjata tajamnya itu panjang. Diseret mondar-mandir, itu sebelum ada kebijakan pemadaman LPJU,“ jelasnya.

Dia juga mengunggah keluhannya di facebook pribadinya, Masoed Al Fatih. Postingannya itu mendapatkan respon dari sejumlah warganet. Sebagian mengamini kekhawatiran Mas’ud.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kudus, Agus Budi Satrio mengatakan langkah pemadaman LPJU merupakan salah satu upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Apalagi, kepadatan cahaya lampu yang tererkam dari NASA merupakan satu dari tiga indicator pemantauan mobilitas warga selama PPKM Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

“Mobilitias di Kudus masih sangat tinggi. Kami ditarget turun 30 persen. Sementara, hasil evaluasi baru 12,2 persen. Jadi, pemadaman ini salah satu upaya untuk menurunkan mobilitas. Untuk pengamanan, akan dilakukan patrol terus guna pemantauan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami dan turut mendukung kebijakan itu, sehingga angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan dan menjadikan Kudus masuk kategori zona hijau.

“Ini jadi pertimbangan, tapi memang ini salah satu upaya menyelamatkan masyarakat dan menekan angka Covid-19. Nantinya akan dievaluasi bersama tim Satgas Covid-19,” ujar koordinator pelaksanaan PPKM Darurat Kabupaten Kudus.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...