Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Istri Meninggal karena Covid, Suami di Wonogiri Nekat Gorok Leher Sendiri Hingga Meninggal

TKP warga Jember bunuh diri di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, setelah sang istri meninggal positif Covid-19. (istimewa)

MURIANEWS, Wonogiri — Seorang suami berinisial WA (39) nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menggorok lehernya sendiri, Rabu (7/7/2021) petang. Aksi itu diduga dilakukan lantaran tak terima sang istri meninggal dunia karena Covid-19.

Dikutip dari Solopos.com, korban merupakan warga Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Saat korban bunuh diri, jenazah sang istri belum sempat dimakamkan oleh petugas pemulasaraan.

Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono, mewakili Kasubag Humas, AKP Suwondo, mengatakan lokasi bunuh diri itu berada di bak tampungan air atau kolah rumah milik Marno (saudara ipar korban), Dusun Tenggar, Conto, Bulukerto.

Ia mengatakan, korban ditemukan bersimbah darah di dalam bak mandi itu sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Bulukerto sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian itu kali pertama diketahui oleh Satimin (saksi) yang berniat mencuci tangan ke dalam kamar mandi milik Marno. Satimin bermaksud mencuci tangan karena ia baru saja memberi makan hewan ternak.

“Saksi melihat air berwarna merah darah dalam bak air. Saksi juga melihat seperti ada orang yang tenggelam,” kata dia kepada wartawan, Kamis (8/7/2021). 

Melihat kejadian itu, saksi panik dan keluar untuk meminta tolong. Ia lantas menghubungi kepala desa setempat dan diteruskan melapor ke Polsek Bulukerto.

Saat kejadian, kata Iwan, warga setempat dan tetangga tidak berani mendekat ke lokasi kejadian. Karena  saat itu di dalam rumah masih berduka. Sebab istri korban baru saja meninggal dunia dan anggota keluarga tengah menjalani isolasi mandiri.

“Pada Rabu siang istri korban meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga saat kejadian istri korban belum sempat dimakamkan karena menunggu tim pemakaman protokol kesehatan dari RS Amal Sehat Slogohimo,” ungkap dia.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan dari Puskesmas Bulukerto dan anggota Polsek Bulukerto, korban mengalami luka sayatan di leher sekitar 10 centimeter dengan dalam sekitar tujuh sentimeter.

“Korban diduga meninggal dunia karena kehabisan darah. Di lokasi kejadian juga ditemukan sebilah sabit dalam bak tampungan air,” ujar dia.

Diduga korban bunuh diri dengan menyayat lehernya sendiri dengan sebilah sabit karena tertekan masalah keluarga. Korban bersama istrinya datang di Bulukerto dari Jember untuk mengunjungi keluarga istrinya pada Selasa (29/6/2021).

Sebelumnya, pada 2 Juli 2021, istri korban melakukan tes swab antigen di salah satu rumah sakit di Ponorogo dan dinyatakan positif Covid-19. Begitu juga dengan korban, anak korban dan keluarga Marno. Sehingga satu keluarga saat itu masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Dengan kondisi itu, diduga korban tertekan karena menyusahkan keluarga dan lingkungan istri korban,” kata Iwan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...