Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Kudus Akan Tindak Tegas Apotek Penimbun atau Permainkan Harga Obat

Pengecekan ketersediaan dan harga obat di apotek di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kudus melakukan pengecekan ke sejumlah apotek di wilayah Kudus. Pengecekan tersebut, dilakukan untuk memastikan tidak ada apotek nakal yang menimbun atau menjual obat-obatan dengan melebihi harga eceran tertinggi.

Dari pantauan MURIANEWS, polisi melakukan pengecekan di sejumlah apotek di wilayah Kecamatan Kota, Kamis (8/7/2021). Mulai dari Apotek Limas Mulia, Apotek Gama, hingga Apotek 39.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sucipto mengatakan, pengecekan ketersediaan obat-obatan dan harga eceran di sejumlah apotik di Kudus sudah dilakukan semenjak, Senin (5/7/2021). Alhasil, sejumlah stok obat-obatan di Kudus kosong.

“Temuanya kami cek obat rata-rata sudah kosong, utamanya obat-obatan antibiotik dan anti virus. Seperti Azithromycin, Oseltamivir, serta oksigen itu tidak ada, baik di apotik pinggiran ataupun diperkotaan, ” katanya Kamis (8/7/2021).

Menurutnya kekosongan tersebut memang lantaran permintaan melonjak. Sedangkan, lanjut Cipto, untuk harga obat-obatan di sejumlah apotek masih tergolong normal atau tidak ada yang melebihi HET yang sudah ditentukan.

“Memang rata-rata permintaan melonjak, saat Covid-19 melonjak beberapa obat ada yang jadi buruan, kekosonganya sudah semenjak sepekan lalu. Kalau harga untuk obat-obatan yang masih tersedia di Kudus masih normal,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan akan menindak tegas apotek yang menimbun obat-obatan atau memanfaatkan kondisi dengan menjual dengan harga yang tinggi.

“Kalau memang kami temukan masih ada, dan tidak dijual (ditimbun) bisa kami jerat dengan undang-undang kesehatan. Itu bisa kami proses dengan ancaman 4 tahun penjara, termasuk juga yang menjual lebih dari HET, “imbuhnya.

Sementara Pegawai Apotek Gama Erni Mareta menyebut, sejumlah obat-obatan antibiotik dan anti virus memang sudah mengalami kekosongan semenjak dua pekan terakhir, begitu juga dengan oksigen. Namun, untuk vitamin saat ini stok masih cenderung aman.

“Setelah Covid-19 melonjak, banyak yang mencari. Masyarakat banyak yang memilih tidak ke rumah sakit tapi langsung cari obat di apotek. Kalau stok vitamin masih banyak dan cukup, harganya masih normal juga dan terjangkau,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...