Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Muhammadiyah Imbau Hewan Kurban Disembelih di Rumah atau Dikonversi ke Bentuk Dana

Ilustrasi hewan kurban. (ilustrasi/Antara).

MURIANEWS, Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah saja. Itu tertuang dalam surat edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 tentang Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19 serta Persiapan menghadapi Iduladha 1442H/2021.

Dalam edaran itu, salah satu poinnya, menganjurkan penyembelihan hewan kurban berupa kambing atau domba dilakukan di rumah saja. Meski begitu, pihaknya mengimbau agar penyembelihan dilakukan oleh tenaga professional atau orang yang berkurban bila mampu.

“Hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāḥibul-qurbān),” demikian bunyi salah satu poin dari surat edaran itu.

Muhammadiyah juga memberi alternatif lain, yakni penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Itu bertujuan agar lebih sesuai syariat dan higienis. Meski begitu, penyembelihan di luar RPH juga tetap dibolehkan.

Selain itu, Muhammadiyah juga meminta agar jumlah hewan kurban dibatasi. Itu dilakukan untuk menghindari kemubaziran serta mewajibkan pelaksananya untuk menghindari kerumunan masa.

“Langkah pemenuhan protokol Kesehatan harus diperhatikan, sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama. Diimbau, pembagian daging kurban lebih baik diantar oleh panitia ke rumah masing-masih penerima dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan,” bunyi edaran itu.

Dalam poin lainnya, Muhammadiyah mengimbau agar kurban dikonversikan ke bentuk dana. Dana itu kemudian disalurkan melalui LazisMu untuk didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan.

“Baik di daerah tertinggal, terpencil dan terluar atau diolah menjadi kornet,” begitu bunyi edaran itu.

Panduan yang ditandatangani oleh Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto ditunjukkan bagi seluruh pimpinan persyarikatan dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 10 Zulhijah 1442 Hijriah atau perayaan Hari Raya Iduladha 1442 H jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021 mendatang. Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Dan Zulhijah 1442 Hijriah.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...