Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Para Pemain Denmark Sedih, Tapi Tidak Ada Yang Mengeluh Karena Kekalahan

Tim Nasional Denmark harus pulang, setelah kalah dari Inggris.(instagram/@braithwaiteofficial)

MURIANEWS, London– Kekalahan 1-2 dari Inggris di Semi Final Euro 2020 menghentikan langkah Denmark. Semua pemain Denmark diliputi kesedihan dan kekecewaan. Setelah apa yang mereka lakukan, kini akhirnya harus meninggalkan Euro 2020.

Kapten Denmark, Simon Kjaer mengaku dirinya sangat sedih, namun tetap bangga dengan timnya. Menurutnya, Denmark tidak pernah diharapkan untuk maju ke empat besar dan memiliki perjalanan rollercoaster ke Wembley.

Hal itu terjadi setelah timnya kehilangan dua pertandingan grup pertama mereka – serta pemain bintang mereka Christian Eriksen. Namun timnya, akhirnya sempat menjadi salah satu favorit di turnamen ini.

“Saya pikir, perlahan saat kita menjauh dari ini, kita akan mulai memperhatikan beberapa hal. Sulit untuk menerima semuanya, tetapi ini adalah perjalanan yang luar biasa. Ini lebih dari yang pernah saya harapkan. Saya bangga, tapi saya juga kecewa kami tidak lolos ke final,” kata Simon Kjaer, usai pertandingan.

Pemain depan Barcelona Martin Braithwaite, yang menonjol untuk Denmark, di turnamen ini, mengakui kekalahan itu akan sulit untuk ‘dicerna’. Dirinya menyebut, tim Denmark ‘sangat kecewa’ karena harus pulang dari turnamen ini.

“Tidak diragukan lagi bahwa kita harus mencerna yang satu ini, dan kemudian kita akan menyerang lagi. Tentu saja, ada kebanggaan, tapi kami sangat kecewa sekarang karena kami benar-benar merasa ada yang lebih dari ini,” ujar Braithwaite.

Damsgaard yang berhasil membobol gawang Jordan Pickford untuk kali pertama di sepanjang turnamen, merasa perasaannya ‘kosong’. Golnya yang luar biasa pada kenyataannya tidak cukup untuk membawa timnya berada di turnamen sampai akhir.

Ketika semuanya sudah dilakukan, karena timnya dipaksa untuk lebih banyak bertahan, tidak ada lagi yang bisa dikatakannya. Meski terasa ‘kosong’ dirinya tetap memuji timnya karena telah ‘memberikan semua yang dimiliki.’

“Saya hanya sangat kecewa, dan saya berdiri di sini dengan perasaan kosong di tubuh saya. Kami telah memberikan semua yang kami miliki sepanjang turnamen, jadi perasaan yang sangat mengecewakan untuk berdiri di sini tanpa mendapatkan apa pun dari pertandingan seperti ini,” ujarnya.

Meski kesedihan dan kekecewaan terlontar dari para pemain Denmark, namun tidak ada sedikitpun yang mengeluh. Mereka mentyatakan bisa menerima kekelahan ini dengan jiwa besar. Karena inilah sesungguhnya jiwa dari sepak bola yang sebenarnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Dailymail

 

Comments
Loading...