Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Covid-19 Mengganas, AHY-Ibas Pertanyakan Kemampuan Pemerintah

AHY dan Ibas. (Antara/Zuhdiar Laeis)

MURIANEWS, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mempertanyakan kemampuan pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Mereka khawatir bangsa Indonesia tak terselamatkan.

Bermula dari Ibas yang mengkritik keras soal kemampuan pemerintah menghadapi pandemi. Dia tak ingin Indonesia gagal dalam menangani pandemi virus Corona itu.

“Begini ya, COVID-19 makin ‘mengganas’. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut failed nation atau bangsa gagal karena tak mampu selamatkan rakyatnya,” kata Ibas seperti dilansir detik.com, Kamis (8/7/2021).

Tak lama, AHY turut mengkritik kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19. Dia mengawalinya dengan membicarakan status ekonomi Indonesia. Di mana, Bank Dunia resmi mengumumkan Indonesia masuk kategori negara dengan penghasilan menengah ke bawah.

Asesmen Bank Dunia per 1 Juli 2021 menyatakan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun menjadi USD 3.870. Padahal, tahun lalu GNI per kapita Indonesia berada di level USD 4.050. Capaian tersebut membuat Indonesia naik kelas menjadi upper-middle income country atau negara berpenghasilan menengah ke atas.

AHY menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak ideal. Namun, menurutnya, masalah intinya bukan pada status kelas penghasilan menengah ke bawah.

“Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari COVID?” kata AHY.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...