Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polres Sragen Amankan Empat Pengedar Pil Koplo dan Seorang Pengedar Sabu, Satu di Antaranya Resedivis

Lima orang pengedar pil koplo dan sabu-sabu berdiri ke arah belakang saat Kapolres menyampaikan ungkap kasus narkoba di Mapolres Sragen, Rabu (7/7/2021).(Tri Rahayu/Solopos)

MURIANEWS, Sragen — Empat pengedar pil koplo dan seorang pengedar sabu-sabu di Sragen berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres setempat.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 898 pil koplo jenis trihexyphenidyl, tramadol, alprazolam, riklona, dan calmlet serta 2,5 gram serbuk sabu-sabu.

Saat ini kelimanya dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengungkapkan empat tersangka peredaran pil koplo terdiri atas Untung dengan barang bukti berupa 71 butir trihexyphenidyl, 14 butir tramadol, 60 butir alprazolam, dan uang tunai senilai Rp 1.005.000.

“Kemudian ada Aris yang saat ditangkap memiliki barang bukti berupa 598 butir trihexyphenidyl dan uang tani Rp 1,25 juta. Lalu, Yoga dengan barang bukti 30 butir alprazolam, 30 butir riklona, dan 10 butir calmlet serta uang tunai Rp 380 ribu,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, petugas juga menangkap Puji yang juga residivis dengan barang bukti sebanyak 85 butir alprazolam. Sedangkan untuk tersangka sabu-sabu seberat 2,5 gram bernama Jerry yang sehari-haru bekerja sebagai sopir truk.

“Untuk kasus Jerry ini juga diamankan berupa truk Isuzu Traga. Kasus Jerry dijerat dengan UU Narkotika No. 35/2009 Pasal 112 dan Pasal 127 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun. Sedangkan untuk empat pengedar obat-obatan berbahaya dijerat dengan UU Kesehatan No. 36/2009 dengan ancaman hukuman sampai 10 tahun,” ujar Yuswanto.

Kanit Idik Satresnarkoba Polres Sragen, Aiptu Edhy Purwanto, menambahkan dari lima orang tersangka itu hanya Puji yang pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen. Dia mengatakan mereka mendapatkan barang dengan cara pesan secara online.

“Untuk pengedar pil koplo ini biasanya beli dalam jumlah banyak kemudian dijual lagi dalam pecahan papan. Satu papan itu ada 10 butir pil yang dijual dengan harga Rp 25.000-Rp 30.000/papan. Harga masing-masing penjual berbeda. Untuk segmen pasarnya anak-anak muda. Untuk segmen pelajar masih kami dalami. Mereka menggunakan pil koplo itu biar tenang dan bisa tidur,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...