Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ABG Asal Demak Dicabuli Kenalannya dari Facebook Selama Dua Hari, Pelaku Sempat Minta Tebusan Rp 10 Juta

Pemuda asal Grobogan bawa kabur dan cabuli gadis ABG di Demak berkali-kali (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)

MURIANEWS, Demak – Seorang gadis ABG berusia 15 tahun asal Demak menjadi korban pencabulan berkali-kali oleh pemuda yang baru dikenalnya lewat Facebook berinisial JA (22).

Tak hanya itu, pemuda yang diketahui warga Grobogan itu juga sempat meminta uang tebusan ke keluarga korban sebanyak Rp 10 juta.

Awalnya, gadis belia ini sempat dikabarkan hilang selama dua hari. Orang tua yang kebingungan akhirnya melapor ke pihak kepolisian dan berhasil mengamankan pelaku beserta korban.

Dikutip dari Detik.com, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna menjelaskan, baik korban dan pelaku merupakan teman yang berkenalan dari Facebook.

Pelaku mengajak korban asal Demak itu ke salah satu hotel di kawasan Grobogan selama dua hari dan mencabuli korban berkali-kali.

“Jadi pada saat itu mereka berkenalan melalui media sosial Facebook, kemudian ada komunikasi melalui percakapan medsos WhatsApp dan ada perjanjian,” katanya, Rabu (7/7/2021)

“Karena memang si anak ini (korban) merasa tidak diperhatikan dari pihak keluarga internalnya, dia minta dijemput oleh si laki-laki ini. Sempat diajak menginap di hotel selama dua hari juga,” sambung Agil.

Selama dua hari itu, lanjut Agil, pelaku mencabuli korban berkali-kali. Agil juga menyebut pelaku membawa kabur korban dan sempat meminta tebusan. Keluarga gadis ABG akhirnya melaporkan peristiwa itu ke polisi.

“Korban ini sudah dua hari tidak pulang kemudian orang tuanya mencari keberadaan korban, karena kesulitan akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian. Saat pencarian itu kita mendapatkan informasi bahwa korban berada di wilayah Grobogan,” terang Agil.

“Posisinya saat itu korban bersama dengan pelaku dan pelaku menyampaikan, apabila korban ingin kembali maka korban harus menyiapkan uang senilai Rp 10 juta,” sambungnya.

Agil menyebut meski JA membantah meminta uang tebusan kepada keluarga korban, namun polisi menemukan bukti adanya permintaan tersebut.

“Kami sudah melakukan pendalaman pemeriksaan oleh penyidik bahwa pada saat dia melakukan komunikasi dengan keluarga melalui handphone daripada si korban ini, dia secara tegas dan jelas meminta uang tebusan senilai Rp 10 juta,” ucap dia.

Agil menyebut setelah menemukan keberadaan keduanya, korban langsung dipulangkan. Dari pemeriksaan korban mengaku tidak ada penganiayaan maupun pencabulan.

“Dari keterangan korban sendiri tidak mengakui bahwa sudah dilakukan persetubuhan ataupun pencabulan. Namun demikian daripada pelaku secara mutlak dan bersalah bisa menyakini telah memenuhi pasal 332 ayat 1 KUHP Pidana dengan ancaman kurang lebih 7 tahun penjara,” tegas Agil.

Sementara itu, pelaku JA (22) mengakui telah melakukan sejumlah pencabulan terhadap korban. Pelaku mengklaim perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Kenal dari Facebook, langsung ketemuan lewat WhatsApp, (saya bawa) dua hari. Saya tidak merasa meminta uang Rp 10 juta itu. Dia sendiri yang mau (saya ajak pergi) tidur di hotel. Hanya dua orang, kasurnya satu,” ucap JA.

“(Saya cabuli) Enam kali selama dua hari. Tidak ada paksaan, dia sendiri yang mau, sama-sama suka,” sambung pria yang mengaku bekerja sebagai tukang servis AC itu.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...