Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bidan Desa di Sragen Diancam Pakai Parang saat Jemput Pasien Covid, Pelaku: Kecewa Orang Tua Belum Tertangani

Pria di Sragen pengancam bidan dengan sebilah parang, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Sragen (Foto: Andika Tarmy/detikcom)

 

MURIANEWS, Sragen – Sorang pria berinisial S di Sragen nekat mengancam seorang bidan desa mengunakan parang saat menjemput pasien Covid-19. Pria berusia 47 tahun itu bahkan mengancam akan membacok korban.

Kepada petugas S mengaku kecewa karena orang tuanya belum diberi penanganan lebih lanjut usai pulang dari rumah sakit setelah divonid positif covid .

Mengutip Detik.com, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan tersangka merupakan warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen. Peristiwa tersebut juga terjadi pada Minggu (20/6/2021) lalu dan tersangka baru ditangkap pada Senin (5/7/2021).

“Pelapor yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan mendapatkan pengancaman dengan sebilah senjata tajam yang dilakukan tersangka S, pada saat melakukan tugas,” kata Kapolres, Rabu (7/7/2021).

“Saat kejadian, pelapor tengah melaksanakan penjemputan salah satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, untuk dilakukan isolasi terpusat di gedung Technopark,” tambah Kapolres saat Jumpa Pers.

Ardi menyebut bidan desa itu belum berhasil menjemput pasien Covid-19, karena yang bersangkutan tidak ada di rumahnya. Namun, saat akan kembali ke puskesmas bidan desa itu justru bertemu dengan pelaku.

“Pada saat akan kembali ke puskesmas, pelapor bertemu dengan tersangka S. Kemudian tersangka melakukan pengancaman terhadap nakes tersebut,” jelas Ardi.

Ardi menerangkan tersangka nekat mengancam bidan itu karena merasa kecewa dengan kondisi orang tuanya yang juga terpapar COVID. Tersangka merasa petugas belum menindaklanjuti kondisi orang tuanya yang pulang dari rumah sakit.

“Yang bersangkutan merasa kecewa karena orang tuanya pada saat diperiksa positif, tapi belum dilakukan upaya tindak lanjut. Namun demikian tetap ini perbuatan yang melanggar hukum, tidak ada di republik ini yang memiliki hak untuk menakut-nakuti petugas apapun, terutama dalam melakukan penanggulangan COVID-19,” terangnya.

Tersangka S ditangkap petugas dengan barang bukti sebilah parang sepanjang 50 sentimeter. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang penguasaan senjata tajam dengan ancaman 10 tahun penjara, serta pasal 335 KUHP tentang ancaman terhadap kemerdekaan seseorang dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

“Tersangka mengancam dengan tujuan supaya petugas takut dan (segera) memeriksa orang tuanya. Tidak dibenarkan pengancaman senjata apapun, masyarakat memiliki media untuk bisa menyampaikan melalui koridor hukum yang ada,” tambahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...