Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Titik Penutupan Jalan di Kudus Ditambah, Dijaga Petugas Gabungan

Petugas mengalihkan arus lalu lintas di titik penyekatan PPRK Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Penutupan akses jalan menuju jantung kota Kudus selama PPKM Darurat ditambah di empat titik. Sehingga secara keseluruhan titik jalan yang ditutup kini ada 12 titik yang mengarah menuju kawasan kota.

Ke-12 ruas jalan yang ditutup yakni Perempatan Jember, Pertigaan PPRK, Perempatan Baagil, Proliman Barongan, Simpang Ngembal, depan Terminal Induk Jati, depan Pura Jati, Simpang SMP 2 Kudus, Perempatan Panjang, Perempatan Jetak,  sempalan Jati, dan Perempatan Sleko.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega mengatakan, penambahan titik penutupan jalan tersebut merupakan evaluasi dari yang sudah diterapkan sebelumnya. Langkah ini diambul untuk mengurangi mobilitas warga.

“Penyekatan ini kami fokuskan ke ruas-ruas jalan yang utamanya menuju kota,” katanya, Rabu (7/7/2021).

Ia menyebut, di sejumlah titik penyekatan juga diperketat penjagaannya. Ada enam personel gabungan di sejumlah titik penyekatan wilayah kota.

Yakni dua personel dari kepolisian, dua personel dari TNI dan dua personel dari Dinas Perhubungan.

“Jadi yang boleh masuk itu jika ada yang bekerja mungkin di instansi atau tempat kerja di lokasi yang kami sekat, itu yang diperbolehkan. Kalau masyarakat tidak ada kepentingan, atau hanya mau lewat ya kami putar balik silahkan cari jalan lain,” ujarnya.

Begitu juga bagi masyarakat dari luar kota pun akan dialihkan menuju jalan lain agar tidak menuju arah Kota.

“Seperti yang dari Tanggulangin dari luar kota kami alihkan ke Lingkar Timur, mungkin warga sekitar yang pakai kendaraan roda dua kami toleransi untuk lewat, tapi yang menggunakan roda empat kami alihkan semua,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kudus Putut Sri Kuncoro menyebut, penjagaan personel gabungan difokuskan di titik penyekatan yang mengarah ke wilayah Kota. Personel yang bertugas akan dibagi menjadi tiga sif, pagi, siang, dan petang-malam.

Sementara beberapa titik seperti, Barongan, sempalan SMP 2 Kudus, Jetak dan Panjang memang difokuskan untuk memecah arus lalu lintas agar tidak terlalu banyak kendaraan yang menuju ke titik penyekatan yang ada di wilayah kota.

“Jadi seperti yang di Jetak itu, fokusnya untuk memecah jumlah kendaraan yang masuk. Kalau di sekitar wilayah kota itu memang ada penjaganya agar tidak ada yang menerobos masuk,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...