Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sebagian Lampu Jalan Kawasan Kota Kudus Bakal Dimatikan Mulai Malam Ini

Kawasan City Walk Sunan Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana mematikan sebagian lampu kota di ruas-ruas jalan menuju Alun-Alun Kudus. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan lampu yang akan terekam di satelit.

Kepadatan cahaya lampu, merupakan satu dari tiga indikator pemantauan mobilitas warga suatu kabupaten/kota selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali 3 hingga 20 Juli 2021.

“Kami akan coba lakukan itu mulai sore ini untuk menekan kepadatan cahaya yang terekam dalam satelit NASA atau NOAA. Sehingga penurunan mobilitas di Kudus bisa semakin bertambah lagi,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kudus Agung Dwi Hartono, Rabu (7/7/2021).

Selain menekan kepadatan cahaya, pemadaman sebagian lampu jalan juga diharapkan bisa menurunkan minat warga Kudus untuk bepergian dan berkerumun. Dengan begitu, mobilitas warga juga bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Jadi semisal ada lokasi yang berpotensi untuk berkerumun, karena lampunya dipadamkan, tentunya akan menurunkan niatnya,” kata dia.

Pihaknya merencanakan akan mulai melakukan pemadaman sebagian di sejumlah titik. Yakni di seputaran jalan protokol dari arah Gerbang Kudus Kota Kretek menuju arah kota, kemudian dari arah Ngembalrejo menuju kota juga akan dipadamkan.

Lampu penerangan jalan dari arah Mijen Kaliwungu menuju arah kota juga akan turut dimatikan. “Serta dari arah Perempatan Panjang ke arah kota juga akan dipadamkan,” jelas dia.

Baca: Mobilitas Warga Kudus Masih Tinggi Selama PPKM Darurat, Hanya Turun 12,2 Persen

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agung Karyanto menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi untuk pemadaman lampu tersebut. Terutama titik-titik pasti pemadamannya.

“Pelaksanaannya akan dimulai sore hari nanti, saat ini tengah kami atur skemanya,” jelas Agung Karyanto.

Diketahui, pemerintah pusat menggunakan tiga indikator untuk memantau mobilitas warga Kabupaten Kudus selama PPKM Darurat mulai 3 Juli lalu.

Baca: Pemerintah Gunakan Tiga Indikator untuk Pantau Mobilitas Warga Kudus, Apa Saja?

Tiga indikator tersebut, yakni pemantauan dari Facebook Mobility, Google Traffic, dan cahaya malam dari satelit NASA/NOAA.

Tiga indikator tersebutlah yang menunjukkan indeks penurunan mobilitas di Kudus masih rendah. Yakni hanya 12,2 persen saja.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...