Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemerintah Gunakan Tiga Indikator untuk Pantau Mobilitas Warga Kudus, Apa Saja?

Pengendara menerobos titik penyekatan yang diterapakan di Kudus, Selasa (6/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah menggunakan tiga indikator untuk memantau mobilitas warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli lalu. Tiga indikator ini juga digunakan untuk memantau Kabupaten Kudus.

Hasil pemantauan menggunakan tiga indikator itu, mobilitas warga Kudus selama PPKM Darurat tercatat masih tinggi.

Tiga indikator tersebut, yakni pemantauan dari Facebook Mobility, Google Traffic, dan caha malam dari satelit NASA/NOAA.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kudus Agung Dwi Hartono menjelaskan, tiga indikator tersebutlah yang pada akhirnya menunjukkan indeks penurunan mobilitas di Kudus yang masih rendah. Yakni hanya 12,2 persen saja.

Agung pun mengurai pengaplikasian dari tiga indikator tersebut. Yang pertama ialah Facebook Mobility. Dalam indikator ini, dilakukan pemantauan pada lokasi penggunaan aplikasi Facebook.

Ketika seorang warga Kudus mengakses Facebook di rumah, kemudian mengaksesnya lagi di tempat lain selain rumah, semisal kantor, maka itu turut menyumbang skor mobilitasnya. Begitu seterusnya.

“Sehingga bisa dibayangkan ketika seorang mengakses Facebook lebih dari dua tempat yang berbeda. Karena saat ini kan jarang ya orang keluar dari aplikasi tersebut,” ucap Agung, Rabu (7/7/2021).

Kemudian yang kedua adalah dengan menggunakan Google Traffic. DATABASE Google Maps akan terupdate setiap menitnya ketika terjadi kepadatan di jalan-jalan Kabupaten Kudus. Sehingga bisa dilihat secara gambling data kepadatannya.

Kemudian yang terakhir, sambung Agung, adalah dengan menggunakan cahaya malam yang diperoleh dari satelit NASA. Sehingga ketika lampu-lampu di Kabupaten Kudus banyak menyala dan kendaraan masih lalu-lalang saat malam hari, akan menambah kepadatan.

“Tiga indikator inilah yang akhirnya membuat skor tersebut,” ujarnya.

Baca: Mobilitas Warga Kudus Masih Tinggi Selama PPKM Darurat, Hanya Turun 12,2 Persen

Pemkab Kudus sendiri, sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan mobilitas masyarakat Kabupaten Kudus. Mulai dari penyekatan sejumlah ruas jalan dan kebijakan penunjang lainnya.

“Untuk mengurangi kepadatan lagi, kami berencana untuk mematikan sebagian lampu protokol di sepanjang jalan yang menuju pusat kota,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...