Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Aparat Akan Tindak Tegas Apotek di Jepara yang Jual Obat di Atas HET

Lia, asiten apoteker di Apotek Podomoro Kecamatan Pecangaan Jepara menunjukkan obat kepada petugas dari Dinkes Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Banyaknya warga Jepara yang menderita sakit dalam beberapa bulan terakhir membuat permintaan obat di sejumlah atotek melesat. Kondisi ini memungkinkan adanya oknum apotek yang menjual obat dengan harga di atas rata-rata atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meingkatnya permintaan obat diakui oleh Lia, asisten apoteker di Apotek Podomoro, yang berada di pinggir jalan raya Jepara Kudus. Tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Kenaikan permintaan atau daya beli obat, sebut Lia, bahkan lebih dari 50 persen. Obat-obat yang paling banyak dibeli adalah obat batuk pilek dan beragam jenis antibiotik.

Lia menyatakan, sejauh ini tidak ada kenaikan harga obat di Apotek Podomoro. Justru, obat-obat tertentu dijual di bawah HET. Misalnya obat-obat yang HET-nya Rp 70 ribuan, Lia jual dengan harga Rp 55 ribu per streep.

“Justru kita jualnya malah di bawah HET. Sejauh ini belum ada kenaikan. Paling naik sedikit, beberapa ribu. Enggak banyak,” terang Lia, Selasa (6/7/2021).

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Warsono, menyatakan akan mengambil sikap tegas jika ada apotek yang berani menaikkan harga di atas rata-rata eceran. Pihaknya juga akan terus mengawasi harga-harga obat ke depannya.

“Di situasi pandemi ini, jiwa kemanusiaan harus diterapkan. Jangan ada uang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sudah jelas ada harga eceran. Selama ini sesuai dengan yang dianjurkan (penjualan obat, red),” kata Warsono saat memantau harga obat di Apotek Podomoro.

Senada dengan Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Ayu Agung, memastikan akan menerapkan sanksi pidana jika ada apotek yang menjual obat di atas HET.

“Seandainya himbauan tidak dilaksanakan, terpaksa kita ambil tindakan terakhir. Yaitu dengan sanksi pidana. Ada aturan dan mekanismenya. Sanksi pidana menanti,” tegas Ayu.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...