Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Desa Piji Kudus Targetkan Dua Ribu Warganya Disuntik Vaksin Covid-19

Proses vaksinasi di Desa Piji, Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang terus menggencarkan program vaksinasi sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sejumlah perusahaan, hingga desa-desa di Kota Kretek pun turut menyukseskan program tersebut. Salah satunya, di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Pemerintah Desa Piji menargatkan sekitar 2.000 warganya bisa menerima vaksinasi. Kepala Desa Piji Nurul Mustain mengatakan, program vaksinasi ini telah berjalan selama dua hari, muali Senin (5/7/2021).

“Kami mendapat jatah awal dua hari, kemarin sama hari ini mulai pukul 08.00-13.00 WIB, vaksinasi untuk masyarakat desa usia 18 tahun keatas. Vaksinatornya dari Puskesmas Dawe,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya antusias warga Desa Piji untuk mengikuti vaksinasi sangatlah bagus. Terbukti, hingga kini sudah ada 1.850 warga yang telah didata yang sudah bersedia untuk divaksin. Ribuan warga tersebut akan menerima vaksinasi secara bertahap.

“Dua hari ini, sudah ada 500-an warga yang sudah divaksin dosis pertama, yang lain nanti menunggu jadwal vaksinasi tahap selanjutnya dari Puskesmas Dawe. Setiap orang yang divaksin kami juga beri air mineral dan roti sebagai bentuk apresiasi dan menambah imunitas tubuh mereka,” jelasnya.

Antusiasme warga Desa Piji yang ingin divaksin, lanjut Nurul, tidak terlepas dari upaya sejumlah pihak yang turut menyosialisasikan dan mengajak masyarakat agar bersedia divaksin serta tidak termakan isu-isu hoaks tentang vaksinasi. Mulai dari pemerintah desa, Babinsa, Babinkamtibmas, ataupun Puskesmas setempat.

“Kami sosialisasikan di setiap RT dan RW juga saya minta untuk mendata warganya yang akan divaksin. Kami bujuk secara humanis tapi tidak ada unsur paksaan. Karena kebanyakan mereka yang menolak itu setelah melihat isu-isu vaksinasi yang belum tentu benar,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...