Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Truk Bongkar Muatan di Titik Penyekatan di Kudus Bikin Macet, Pengguna Jalan Trabas Trotoar

Arus lalu lintas di Perempatan Sleko tersendat yang diakibatkan truk yang bongkar muatan setelah tak bisa melintasi penyekatan, Selasa (6/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penyekatan di Kudus sebagai tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kudus menimbulkan masalah baru. Di sejumlah lokasi penyekatan, terjadi kemacetan, hingga beberapa pengendara nekat menerobos trotoar.

Pantauan MURIANEWS Selasa (6/7/2021) pada penyekatan di Perempatan Sleko timbul kemacetan.

Penyebabnya ada truk boks yang hendak menuju ke arah barat atau Alun-alun Simpang Tujuh, tidak dapat melintas.

Truk tersebut justru memilih bongkar muat di Perempatan Sleko tersebut. Alasanya, toko yang jadi tujuan truk tersebut tidak jauh dari titik penyekatan.

Praktis hal ini membuat arus roda dua yang hendak melintas dari arah timur ke barat menuju Alun-Alun Simpang Tujuh tersendat. Karena hanya satu water barrier yang dibuka.

Pengendara memilih melintasi trotoar lantaran Perempatan Sleko tersendat, Selasa (6/7/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Kondisi arah sebaliknya, dari sebelah barat menuju ke timur juga tersendat. Tak ayal hal ini membuat suara klakson motor berdering berkali-kali.

Bahkan ada beberapa pengguna jalan yang mencari jalan cepat dengan menaiki trotoar. Beberapa pengguna jalan lainnya satu per satu mengikuti untuk melintasi trotoar.

Salah seorang petugas parkir, Bambang Sriyanto turut membantu mengurai kemacetan. Pasalnya di Perempatan Sleko tersebut tidak ada petugas dari Polres Kudus maupun dari Dishub Kudus.

“Saya petugas parkir di sekitar Perempatan Sleko ini. Ya tadi bantu-bantu saja mengurai kemacetan,” katanya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Putut Sri Kuncoro mengatakan tindakan menerobos trotoar bukanlah hal yang baik. Menurutnya, fungsi trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki. Bukan untuk pengguna kendaraan bermotor.

“Wah itu ndableg. Tidak boleh seperti itu. Enggak ada sopan santun itu. Trotoar itu untuk pejalan kaki, kalau dilintasi kendaraan motor kasihan pejalan kaki,” terangnya.

Putut melanjutkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak menaiki trotoar. Karena hal tersebut menyalahi aturan.

“Kalau sanksi ya kami persuasif saja lah. Kalau ada sanksi nanti malah melebar sampai kemana-kemana. Kami intinya persuasif saja,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...