Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Semi Final Euro 2020 Malam ini, Italia Akan Menghadapi Tiki-Taka ‘Penuh Teka-Teki’ Spanyol

Italia akan menghadapi tiki-taka penuh teka-teki milik Spanyol.(murianews.com/uefa)

MURIANEWS, London- Pada Final Euro 2012, Spanyol dengan tiki-takanya berhasil ‘menghajar’ Italia dengan skore 4-0. Kisah itu kembali ‘mengapung di udara’ menjelang pertemuan mereka kembali di Semi Final 2020, Rabu (7/7/2021) dinihari, di Stadion Wembley, London, mulai jam 02.00 WIB.

Untuk saat ini, Italia tampaknya tidak akan mudah diperlakukan seperti pada 2012 lampau. Kekuatan sepak bola diantara dua kutup sebenarnya juga sudah sedikit bergeser. Pada tahun 2016 Italia bahkan sudah menuntaskan dendam mereka saat menyingkirkan La Furua Roja di Babak 16 Besar Euro 2016 dengan skore 2-0.

Italia juga telah membuktikan diri menjadi salah satu tim yang hadir di Euro 2020 dengan kemampuan pilih tanding. Italia bukan lagi identik dengan hanya pertahananan Grendel catenaccio.

Namun Italia dibawah Mancini telah berubah menjadi tim dengan pertahanan Grendel catenaccio yang kuat, dengan penyerangan yang cepat dan berbahaya. Kecepatan bermain yang memusingkan dengan penyelesaian akhir yang mematikan adalah tipikal Italia saat ini.

Mereka datang ke Wembley dengan rekor 15 kali kemenangan beruntun, dan merontokan tim
penuh bakat dan ranking 1 dunia, Belgia. Menghadapi Spanyol, mereka bahkan sudah tidak lagi mengingat kisah buruk di 2012 itu.

Sementara Spanyol dibawah Luis Enrique, masih menyisakan teka-teki di bentuk permainan Tiki-Taka yang diusungnya. Spanyol memang selalu mendominasi, namun bagaikan mesin diesel yang terlambat panas.

Mereka memulai hasil imbang di dua pertandingan awal yang membuat mereka dibajiri kritikan tajam atas tumpulnya serangan mereka. Tekanan mereka mengendor setelah berhasil menang 5-0 atas Slovakia. Lalu kembali mendapat pengakuan setelah mengandaskan Kroasia dengan skore besar juga, 5-3.

Namun saat menghadapi Swiss, Spanyol tak bisa lagi perkasa. Mereka harus susah payah memenanginya dengan adu tendangan pinalti, hingga bisa berada di Wembley pada malam hari ini.

“Ini akan sulit, bahkan jika Spanyol tidak berbeda dari Belgia. Ini tidak akan menjadi jenis permainan yang sama dibandingkan dengan yang sebelumnya, tetapi pasti akan menghadirkan banyak kesulitan,” ujar Roberto Mancini, Selasa (6/7/2021).

“Spanyol telah luar biasa selama bertahun-tahun , bahkan jika sekarang telah terjadi perubahan dan mereka adalah tim yang lebih muda. Mereka memiliki pelatih yang bagus dan pemain yang sangat bagus,” tambah Mancini memberikan pujian.

Sedangkan di kubu Spanyol, Luis Enrique berpendapat, baik Italia maupun Spanyol tidak akan bisa mendominasi. Pertandingan ini akan berlangsung ulet dan sulit bagi kedua tim. Kesalahan kecil akan membuat menderita bagi yang melakukannya.

“Saya tidak berpikir kami berdua bisa mendominasi, jadi akan menarik untuk melihat siapa yang memenangkan pertarungan ini. Selain memiliki pemain top, Italia adalah tim yang nyata. Mereka menyerang dan bertahan sebagai satu kesatuan , yang benar-benar mirip dengan apa yang kami lakukan,” puji Luis Enrique.

“Mereka juga menggunakan tekanan tinggi, yang sulit dibayangkan oleh tim Italia di masa lalu. Sekarang mereka kuat dalam beberapa cara bermain, artinya permainan akan benar-benar hebat. menarik. Kedua tim akan memiliki momen masing-masing,” tambahnya lagi.

Perkiraan Pemain :
Italia: Donnarumma; Di Lorenzo, Bonucci, Chiellini, Emerson; Barella, Jorginho, Verratti; Chiesa, Immobile, Insigne
Spanyol: Unai Simon; Azpilicueta, Garcia, Laporte, Alba; Koke, Busquets, Pedri; Moreno, Morata, Olmo

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: uefa

Comments
Loading...