Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penyekatan Pelaku Perjalanan di Jepara Hanya di Satu Titik, Puluhan Kendaraan Sudah Diputar Balik

Petugas Polres Jepara memeriksa kendaraan yang melintas di Simpang Gotri Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Penyekatan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jepara tidak sebanyak di daerah-daerah lain. Pasalnya, hanya ada satu pos check point penyekatan saja.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Doddy Triantoro menyebut, satu pos penyekatan ditempatkan di Simpang Gotri, Kecamatan Kalinyamatan. Di pos tersebut, petugas mencegat pelaku perjalanan dari arah Kudus, dan Demak.

Diketahui, berdasarkan Surat Edaran Bupati Jepara tentang PPKM Darurat, pelaku perjalanan harus membawa surat hasil tes swab sehari sebelum keberangkatan untuk perjalanan darat.

“Sementara di Simpang Gotri dulu. Kita lihat kondisi ke depan. Kalau ada intsruksi (dari Polda Jawa Tengah, red) penambahan posko, nanti kita tambah,” ujar Doddy, Selasa (6/7/2021).

Doddy menjelaskan, pekan pertama penerapan PPKM Darurat ini petugas tidak disiagakan selama 24 jam. Melainkan jika kondisi jalan sudah sepi, petugas bisa berpindah lokasi.

Sejauh ini petugas memerintahkan pelaku perjalanan yang tidak memiliki surat jalan, atau mereka yang masuk ke Jepara bukan untuk kepentingan pekerjaan untuk putar balik.

“Hari pertama kemarin, ada 20-an kendaraan yang kami suruh putar balik. Karena ke Jepara bukan untuk bekerja.  Tapi malah mau berwisata,” imbuh Doddy.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menegaskan bahwa penyekatan tersebut adalah upaya terakhir pemerintah. Yakni ketika pemerintah tidak mampu melakukan pengendalian.

Tetapi, pihaknya melihat kini sebagian masyarakat sudah terlihat kesadarannya dalam menjalankan protok kesehatan.

“Kalau kewalahan nanti akan kita lakukan penyekatan. Kalau kemudian ini tidak bisa, kita akan lockdown. Kunci terakhirnya kan di-lockdown. Kita jangan sampai (menerapkan lockdown, red),” kata Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...