Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geger, Tiga Ambulans di Kudus Kecelakaan Usai Antar dan Mau Jemput Jenazah Covid-19

MURIANEWS, Kudus – Video kecelakaan lalu lintas beruntun antara tiga mobil ambulans dan satu minibus berwarna hitam di Jalan Kudus-Purwodadi  turut Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kudus, viral dan bikin geger media sosial.

Video berdurasi 30 detik yang menggambarkan peristiwa kecelakan tersebut pun beredar luas dan jadi perbincangan lantaran netizen menduga ambulans itu melaju ugal-ugalan, padahal tak membawa pasien.

Dalam video, perekam juga menyebut kecelakaan tersebut lantaran mobil ambulan yang tidak membawa jenazah itu beriringan ugal-ugalan. Disebutkan juga, salah satu ambulans langsung pergi meninggalkan lokasi.

“Ambulans gak ono penumpange (gak ada penumpangnya) do ugal-ugalan mlakune (jalannya ugal-ugalan). Ambulans telu, sing siji lungo (ambulans tiga, yang satu pergi). Ning Ngemplak Gang 3, tiga beruntun (ambulan) jadinya empat, ” ucap seorang perekam.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Minggu (4/7/2021) di jalan daerah Ngemplak, Kudus. MURIANEWS mencoba melakukan penelusuran mengenai hal ini.

Didapatkan keterangan jika iringan ambulans itu habis mengantar jenazah dan tim pemakaman Covid-19 ke daerah Purwodadi. Ambulans-ambulans itu digunakan Tim Kamboja Kudus, yakni ambulans dari Rumah Sakit Aisyiyah, Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Kudus, dan Lazismu Kudus.

Satrio Yudo Budi Wicaksono, Koordinator Tim Kamboja membenarkan adanya peristiwa kecelakaan ambulans tersebut. Peristiwa itu terjadi saat Tim Kamboja usai melakukan pemakaman di daerah Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Seusai melakukan pemakaman, Tim Kamboja bergegas kembali ke Kudus untuk kembali menjemput Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus. Tim harus sampai di RSUD pukul 14.00 WIB.

“Minggu (4/7/2021) kami pulang, sekitar pukul 13.30 WIB terlibat kecelakaan. Itu perjalanan ke RSUD jemput jenazah lagi untuk dimakamkan jam 14.00 WIB, ” kata pria yang juga sebagai Wakil Ketua MDMC Kudus itu, Selasa (6/7/2021).

Ia menceritakan awal mula kecelakaan itu. Saat tengah melaju menuju Kudus ada dump truk dari arah selatan (arah yang sama) akan menyeberang. Dan di belakangnya ada mobil Mitsubishi Pajero dan Kijang Innova yang berhenti mendadak.

Akibatnya, tiga ambulans yang melaju di belakang Innova pun tak bisa menghindar, dan mengakibatkan kecelakaan beruntun.

“Innova itu berhenti mendadak. Kami (Tim Kamboja) yang di belakang Innova kaget dan akhrinya menabrak beruntun itu. Satu ambulans itu yang ditumpangi jenazah ke purwodadi, dan dua ambulans lain diisi personel pemakaman Tim Kamboja,” jelasnya.

Pihaknya juga menampik saat itu ambulans tengah dalam posisi ugal-ugalan. Lantaran posisi Tim Kamboja waktu itu akan menjemput jenazah, dan sudah sesuai dengan protap dan ruas jalannya pun tidak memungkinkan untuk melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kami sesuai protap, tidak keluar jalur, sesuai marka. Kecepatan kami kurang dari 90 km/jam. Rotator (sirine) juga kami nyalakan pada ambulans yang paling depan saja. Karena kami juga tahu kalau hidup semua rotatornya warga akan panik,” ungkapnya.

Sementara terkait satu ambulans yang meninggalkan lokasi, ia menyebut saat itu dalam posisi darurat. Ambulans yang posisinya paling depan, sopirnya mengalami sesak napas usai kecelakaan.

“Yang depan itu ada sesak napas (dada) kena setir ambulans. Kemudian kami pindahkan ke ambulans yang paling belakang,  dan cepat-cepat kami bawa ke rumah sakit biar segera ditangani, takutnya ada apa-apa. Jadi bukan melarikan diri, ini juga soal keselamatan orang,” terangnya.

Pihaknya juga sudah menyelesaikan masalah kecelakaan tersebut dengan mediasi yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang terlibat bersama kepolisian. Mobil Innova yang rusak karena terlibat kecelakaan tersebut juga sudah diberi ganti rugi.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak membagikan sesuatu yang belum tahu jelas atau kronologi pastinya, apalagi yang sudah tersebar itu tidak sesuai dengan realita,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...