Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Proses Hukum Kades dan Perangkat Dokoro Grobogan Joget Tanpa Prokes Masih Berlanjut

Tangkapan layar kades Dokoro joget bareng biduan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, GroboganProses hukum terhadap kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pelantikan perangkat Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Grobogan masih dilanjutkan pihak kepolisian. Hal itu ditegaskan Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi pada wartawan.

“Para pelanggar sudah dijatuhkan dengan sanksi denda, sosial maupun teguran dari Bupati. Untuk proses hukum masih kami lakukan. Saat ini masih diproses,” ujar Benny.

Seperti diberitakan sebelumnya, video kepala desa dan perangkat Desa Dokoro sempat viral di media sosial sejak Rabu (23/6/2021). Dalam video berdurasi sekitar 17 detik itu, terlihat dua penyanyi perempuan berjoget ria bersama kades dan perangkat desa tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Pasca diunggah di media sosial, video jogetan para pejabat Desa Dokoro tanpa mengindahkan protokol kesehatan tersebut menjadi viral dan sudah dilihat ribuan orang.

Selain itu, tayangan video itu mendapat berbagai reaksi dari warganet. Kebanyakan, para warganet menyayangkan sikap para pejabat yang tidak taat aturan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Baca: Ganjar Pranowo Sepakat, Kades-Perangkat Yang Viral Berjoget dengan Biduan Harus Diproses

Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menyikapi kasus itu dengan serius. Keduanya, bahkan meminta agar kasus tersebut untuk ditangani kepolisian untuk mendapatkan sanksi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Para pelanggar prokes itu sudah disanksi membuat pos PPKM dan tempat isolasi mandiri tingkat desa dengan biaya sendiri,” tegas bupati.

Camat Wirosari Kurnia Saniadi ketika dihubungi wartawan menjelaskan, sebenarnya selama acara pelantikan perangkat desa sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun, setelah acara pelantikan ada acara tambahan.

“Sangat disesalkan setelah acara inti ada acara tambahan. Kades dan beberapa perangkat desa melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan. Padahal saat ini Satgas sedang berjuang mengendalikan virus corona atau Covid-19,” katanya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...