Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pedagang Taman Bojana Ogah Direlokasi ke Pasar Kliwon Kudus, Ini Alasannya

Pedagang di Taman Bojana Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menawarkan opsi relokasi kepada pedagang Taman Bojana Kudus. Opsi ini ditawarkan lantaran kondisi Taman Bojana dianggap sudah tidak layak, sementara pemerintah belum punya anggaran untuk melakukan perbaikan.

Dinas Perdagangan Kudus mencatat ada 117 pedagang di taman Bojana. Niat untuk merelokasi ini disampaikan saat berdialog dengan para pedagang, Senin (5/7/2021).

“Kami punya tempat di Pasar Kliwon di lantai tiga. Kalau lantai dua sudah penuh. Adanya di lantai tiga. Silahkan kalau mau ditempati. Karena kalau melihat di Taman Bojana itu sudah memprihatinkan, khawatirnya roboh,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti.

Ia melanjutkan, fasilitas lif di Pasar Kliwon juga bisa dimanfaatkan. Namun, Sudiharti tidak memaksa pedagang.

“Kami tidak memaksa. Silahkan kalau mau ditempati yang lantai tiga di Pasar Kliwonnya,” ungkapnya.

Sementara itu para pedagang di Taman Bojana mengaku keberatan jika harus direlokasi. Ia mengungkapkan beberapa alasan.

Rudi Handoko, pedagang soto di Taman Bojana, menjelaskan keberatannya jika dipindah di lantai tiga Pasar Kliwon. Sebab ia khawatir, jumlah pembelinya akan berkurang.

“Kalau mau diperbaiki tidak apa-apa. Misal kami diminta libur dulu sebulan menunggu perbaikan Taman Bojana tidak apa-apa. Setelah itu inginnya tetap berjualan di Taman Bojana ini,” ujarnya.

Rudi menunjukkan kepada MURIANEWS beberapa bangunan yang bolong. Menurutnya yang perlu diperbaiki hanya plafon dan genting.

“Bisa dilihat ini yang rusak hanya plafonnya dan genting ini saja. Menurut saya ini masih layak,” terangnya.

Baca: Taman Bojana Kudus Sudah Tak Layak, Pedagang Pilih Urunan untuk Renovasi Ketimbang Direlokasi

Pedagang lainnya, Zaenal juga merasa keberatan jika direlokasi di Pasar Kliwon. Dia berdalih sepi pembeli. “Pembeli pasti malas kalau harus ke lantai tiga. Pasti kami kehilangan pembeli,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan struktur bangunan Taman Bojana yang masih layak. Oleh karena itu dia enggan direlokasi.

“Saya kebetulan lulusan teknik sipil. Sehingga sedikit banyak tahu konstruksi bangunan. Kalau bisa jangan dipindah karena kebutuhan keluarga ada banyak yang harus dipenuhi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...