Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Atasi Kelangkaan, Menkes Rencanakan Impor Tabung Oksigen

Ilustrasi tabung oksigen langka akibat lonjakan Covid-19. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

MURIANEWS, Jakarta – Distribusi produksi oksigen direncanakan diubah. Dari liquid menggunakan truk tanki, berganti menggunakan tabung. Perubahan ini, imbas bertambahnya kamar darurat untuk pasien Covid-19 yang dilakukan rumah sakit.

Bertambahnya kamar darurat itu, membuat kebutuhan tabung oksigen meningkat. Sebagai salah satu upaya mengatasi kelangkaan tabung oksigen, Menteri Kesehatan dan Menteri Perindustrian merencanakan impor tabung oksigen.

Dilansir, Detik.com, Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian terkait perubahan distribusi itu. Langkah selanjutnya, impor tabung oksigen ukuran enam meter kubik dan satu meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan di rumah sakit akan dilakukan.

‘’Kami dengan Menteri Perindustrian sudah berkoordinasi untuk impor tabung yang enam meter kubik dan satu meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan di rumah sakit,” jelasnya.

Menkes menyebutkan, perubahan format distribusi itu karena banyak rumah sakit yang menambah kamar darurat, sehingga distribusi okesigen lebih banyak menggunakan tabung ketimbang liquid. Impor tabung oksigen merupakan salah satu langkah yang akan dilakukan.

Dia menjelaskan, format distribusi ke rumah sakit banyak menggunakan tabung, sehingga distribusi yang mulanya menggunakan truk tangki besar berisi liquid, diganti menggunakan tabung.

“Karena formatnya rumah sakit banyak menggunakan tabung, imbas bertambahnya kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen dalam bentuk liquid. Distribusi yang tadinya dimasukan ke tangki besar berisi liquid dan didistribusikan ke jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dengan tabung,” ucap Menkes.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...