Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Layani Makan di Tempat, Kursi Hingga Daging Sate Warung di Kudus Diangkut Petugas

MURIANEWS, Kudus – Beredar sebuah video berdurasi 2 menit 5 detik dan 30 detik yang memperlihatkan sebuah warung sate yang dirazia petugas gabungan saat PPKM Darurat. Video tersebut pun beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial.

Terlihat petugas menegur sejumlah orang yang masih melayani pembeli makan di warung sate tersebut.

Petugas kepolisian nampak mengangkut sejumlah bangku yang kemudian diangkut ke dalam mobil patroli bertuliskan Polsek Bae. Nampak juga, satu tampah bambu yang berisi daging sate juga diangkut dalam mobil patroli.

Diketahui,  warung yang dirazia tersebut merupakan Warung Sate P. Yadi yang berada di Lingkar Utara, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Warung ini menjual sate hingga gulai kambing.

Pemilik warung sate Syaiful Amri membenarkan jika warung satenya dirazia oleh petugas gabungan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/7/2021) kemarin.

Pihaknya juga membenarkan ada tiga bangku dan satu tampah bampu yang berisi potongan daging kambing siap tusuk, yang disita petugas.

“Iya itu kemarin jam 10.00 WIB. Didatangi petugas kepolisian, TNI dan juga dari kecamatan. Tiga bangku dan satu tampah daging kambing disita,” katanya, Senin (5/7/2021) siang.

Baca: Soal Sita Bahan Baku Saat Razia Warung: Bupati Kudus: Jangan, Tidak Boleh Itu

Ia menceritakan, saat dirazia dirinya tengah membuat pesanan sate di rumah dan hanya ada karyawan yang berada di warung satenya. Namun saat ditanyai identitas, kebetulan karyawannya tidak ada yang membawa identitas atau KTP.

“Tahu-tahu ada razia. Terus ditegur karena masih makan di tempat. Ditanyain KTP kebetulan tidak ada yang membawa, terus diangkut bangkunya sama satu tampah daging, ” imbuhnya.

Setelah tahu hal tersebut, Amri pun langsung datang ke Polsek Bae dan mengambil satu tampah daging kambing yang telah disita. Pihaknya juga diminta membuat surat pernyataan di atas materai agar tidak melayani makan di tempat.

“Kemarin itu langsung saya ambil yang dagingnya, kalau kursinya belum. Tidak ada denda, hanya diminta surat pernyataan boleh buka tapi hanya dibungkus tidak boleh makan di tempat,” imbuhnya.

Baca: Sita Daging Sate saat Razia Warung di Kudus, Polisi Akui Ada Kesalahan dan Minta Maaf

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak ada kerugian materil atau imateril akibat razia tersebut, lantaran barang yang disita dikembalikan dan tidak didenda.

Kini pihaknya pun bersedia hanya melayani bungkus di warung satenya selama PPKM darurat berlaku. Hanya saja, pihaknya berharap kebijakan dan aturan harus berlaku bagi seluruh warung makan atau restoran tanpa pandang bulu.

“Saya siap ikuti aturan. Tapi semua harus tegas, tidak usah pandang bulu, mau ramai mau sepi sama saja. Soalnya sama-sama rakyat, saya juga ada karyawan, ada anak, ada istri,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...