Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keterisian Ruang Isolasi Rumah Sakit di Kudus Menurun di Angka 66 Persen

Ruang isolasi Covid-19 RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Adanya kenaikan pada pasien Covid-19 yang sembuh berdampak baik pada keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 maupun tempat tidur ICU Covid-19 rumah sakit di Kabupaten Kudus. Persentase keterisiannya pun semakin menurun dari hari ke hari.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sendiri, hingga 4 Juli 2021 kemarin, keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 di Kabupaten Kudus berada di angka 66 persen. Sementara untuk tempat tidur ICU Covid-19 berada di angka 76 persen.

Jumlah tersebut, mengalami penurunan yang bisa dibilang cukup signifikan bila diingat sebelumnya keterisian tempat tidur isolasi maupun tempat tidur ICU Covid-19 berada di angka 98 persen pada puncak lonjakan kasus beberapa waktu lalu.

“Untuk kapasitas tempat tidur isolasi keseluruhan adalah sebanyak 490 tempat tidur yang kini terisi 330 tempat tidur. Sementara untuk tempat tidur ICU dari total kapasitas 66 kini terisi 50 tempat tidur,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Senin (5/7/2021).

Lebih rinci, Badai menyebut dari tujuh rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kudus, hanya ada satu rumah sakit yang keterisian tempat tidur-nya di atas 80 persen. Yakni Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.

Di rumah sakit ini keterisian tempat tidur isolasinya mencapai 87 persen, dan 94 persen di tempat tidur ICU.

Sementara untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi kini terisi 60 persen untuk tempat tidur isolasi dan 75 persen di tempat tidur ICU. Kemudian RSI Sunan Kudus terisi 72 persen di tempat tidur isolasi dan 75 persen di tempat tidur ICU.

Untuk RS Aisyiyah, kini terisi 60 persen di tempat tidur isolasi dan nol persen untuk tempat tidur ICU mereka. Untuk RS Kumala Siwi, kini terisi 48 persen di tempat tidur isolasi. Namun terisi seratus persen di tempat tidur ICU, di mana tiga tempat tidur mereka penuh.

Sedang di RS Nurusyifa kini terisi 75 persen di tempat tidur isolasi dan nol persen di tempat tidur ICU mereka. Yang paling rendah keterisiannya, adalah di RS Kartika Husada yakni sebanyak 29 persen untuk tempat tidur isolasinya.

Direktur RS Mardi Rahatu dr Pujianto mengungkapkan, RS Mardi Rahayu kini telah menyiapkan setidaknya 127 tempat tidur isolasi Covid-19. Jumlah tersebut pun merupakan separuh dari jumlah kapasitas di rumah sakit tersebut.

“Sebanyak 34 di antaranya memang tempat tidur ICU covid ya, lengkap dengan empat ventilator dan 30 unit HFNC,” ujarnya.

Puji menambahkan, secara bertahap RS Mardi Rahayu telah menambah jumlah tempat tidur ruang isolasi khusus dengan mengalihfungsikan ruang perawatan biasa menjadi ruang perawatan Covid-19.

“Ada tiga tahap penambahan. Tentunya kami pakai setelah melakukan renovasi ruangan perawatan, sehingga layak sebagai Ruang Isolasi Khusus Covid-19 bertekanan negatif,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...