Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Vaksinasi Covid Jadi Syarat Pencairan BLT DD di Desa Jepang Kudus

Penerima BLT DD Desa Jepang tengah mengantre vaksin sebelum mencairkan bantuannya, Senin (5/7/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) di sejumlah desa di Kabupaten Kudus mulai dicairkan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Pencairannya pun kini sudah memasuki tahap enam dari 12 tahap pencairan.

Biasanya, perangkat desa akan menginfokan pencairan untuk kemudian warga bisa mengantre di balai desa untuk menerima bantuan itu. Tentunya, dengan membawa sejumlah syarat administrasi terkait.

Namun, hal berbeda dilakukan Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Pada pencairan BLT DD tahap enam ini, para penerima diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi terlebih dahulu di tempat yang telah disiapkan.

Mereka, akan diskiring untuk kemudian mendapat suntikan vaksin dosis pertama. Barulah, ketika mereka sudah divaksin, mereka bisa mendapat hak BLT DD-nya.

“Tentu yang punya komorbid ataupun tak lolos skrining masih bisa mengambil (BLT), hanya ditunda saja vaksinnya,” kata Kepala Desa Jepang Indarto, di sela penyerahan BLT DD di Balai Desa Jepang, Senin (5/7/2021).

Pemberian vaksinasi sebelum warga menerima BLT DD, kata Indarto, merupakan satu upaya Pemdes Jepang untuk turut menyukseskan percepatan vaksinasi di wilayahnya. Masyarakat, lanjut dia, juga antusias dengan kegiatan tersebut.

Terlebih mereka yang memang ingin vaksin tapi belum mengetahui cara mendapatkannya. Sementara bagi masyarakat yang tidak menerima BLT DD tetapi ingin vaksin pun diarahkan menuju puskesmas di wilayah tersebut.

“Untuk total penerimanya ada 190 orang. Tapi memang sudah ada yang vaksin di luar, sementara yang belum, divaksin di sini,” ujarnya.

Pihaknya pun memastikan, progam untuk menyukseskan vaksinasi akan terus berlangsung hingga penyaluran berikutnya.

“Ke depan rencananya ketika penerima BLT DD akan mengambil uangnya, harus membawa satu anggota keluarganya untuk divaksin,” jelas dia.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadono mengatakan, langkah tersebut bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Kudus. Mengingat pemerintah saat ini tengah menggencarkan proses vaksinasi.

“Ini bisa ditiru oleh desa lainnya di Kabupaten Kudus, sehingga kesehatan jalan, pemulihan ekonominya juga jalan,” ucap Adi.

Mayoritas desa di Kabupaten Kudus sendiri kini telah menyalurkan BLT DD minimal di tahap lima dan enam. Penyalurannya pun terjadwal di masing-masing desa.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...