Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puluhan Pasien Covid Meninggal, RS Sardjito Yogyakarta Buka Suara soal Stok Oksigen

Ilustrasi: Petugas memeriksa pipa saluran oksigen . (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Yogyakarta – Sebanyak 63 pasien Covid-19 di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta meninggal dunia. Para pasien itu meninggal sepanjang Sabtu (2/7/2021) hingga Minggu (3/7/2021) pagi.

Kabar yang beredar diduga para pasien meninggal karena kekurangan oksigen. Di mana stok oksigen di rumah sakit pelat merah itu mengalami kelangkaan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Anggota Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid ia mendapatkan informasi mengenai meninggalnya 63 pasien Covid-19 itu dari sumber terpercaya di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Dia menjamin kevalidannya, meski pihak rumah sakit tak mau mengakuinya sekalipun.

“63 ya tidak semua (penyebab kematian) kekurangan oksigen. Secara klinis ya meninggal, meskipun covid itu ya,” katanya.

Yazid tidak merinci berapa yang meninggal akibat kekurangan oksigen. Ia lebih menggarisbawahi soal terjadinya lonjakan kematian pasien di RSUP Dr Sardjito.

“Yang jelas sardjito krisis oksigen dari pagi sampai malam, sehingga yang di ICU terjadi lonjakan yang luar biasa. Ini anomali, sesuatu hal yang belum pernah terjadi kematian yang cukup signifikan,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan tak membenarkan jika ada 63 pasien meninggal selama Sabtu dan Minggu pagi. Namun ia membantah jika semua kematian para pasien itu karena kekurangan oksigen.

Disebutkannya, jika Sabtu malam memang oksigen sentral habis sekitar pukul 20.00 WIB. Namun saat itu, para pasien mendapat penanganan oksigen dari tabung, termasuk kiriman dari Polda DIY.

Disebutkannya, sejak oksigen sentral habis ada 33 pasien yang meninggal. ”Jadi intinya itu nek arep nggatukke (mencocokkan) sama oksigen habis hanya 33,” kata Banu.

Namun ia memastikan jika 33 pasien itu pun sudah dalam kondisi tersuplai oksigen dari tabung. Mereka disebutnya tak tertolong karena memang kondisinya sudah berat atau masalah klinis.

Sebanyak 15 pasien meninggal saat berada di UGD. Sementara yang meninggal denegan kondisi memakai ventilator disebutnya hanya sekitar empat pasien.

“Mereka tetap tersuplai oksigen walaupun dengan tabung, meninggal karena dengan kondisi ventilator hanya sekitar empat pasien. Jadi, kalau sejak (Sabtu) pagi itu suplai oksigen baik-baik saja, cuma karena Jumat sore itu ada gelombang pasien yang kondisinya sudah berat-berat,” terangnya.

Saat ini RS tersebut telah mendapat pasokan delapan ton oksigen dari Kendal. Pasokan itu tiba dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan diperkirakan akan bertahan hingga besok.

Selain itu, masih akan ada kiriman oksigen tambahan lagi dari Gresik, Jawa Timur. Jumlahnya, sekitar 12 ton yang jika ditambah persediaan hari ini maka estimasi pemakaian bisa sampai lima hari mendatang. Ia menyebut pasokan dari Gresik ini akan datang hari ini.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...