Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

‘Ledakan Denmark’ Mengecil di Baku, Tapi Sudah Cukup Membawa Mereka ke London

Denmark masih bisa ‘meledak’. Mereka memastikan akan bermain di Wembley. (bola.okezone.com/reuters)

MURIANEWS, Baku– Tim ‘Dinamit’ Denmark masih terus meledak. Bertanding di Stadion Nasional Baku, mereka masih bisa ‘meledak’. Meski ‘ledakannya’ tak sekencang di dua pertandingan sebelumnya, namun sudah cukup membawa mereka pergi ke London untuk memainkan pertandingan semi final.

Di Baku, Denmark berhasil menang tipis 2-1 dari Republik Ceko, Minggu (4/7/2021) dinihari tadi. Thomas Delaney dan Kasper Dolberg, mencetak gol bertanda tiket semifinal pada menit ke-5 dan 42’.

Sedangkan Republik Ceko berhasil menciptakan gol melalui mesin golnya Patrick Schick, pada menit ke-46. Usaha Ceko untuk mencoba mengejar ketinggalan menemui jalan buntu. Meski mendapatkan beberapa peluang, mereka kehabisan waktu, dan harus mengakui kekalahan.

Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand menyatakan sangat gembira dengan hasil yang diraih timnya ini. Menurutnya hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Meski bermain di Baku, timnya serasa bermain di kandang sendiri.

“Ini ajaib. Hal pertama yang saya tunjukkan kepada anak-anak ketika kami bertemu adalah gambar Wembley, ketika kami berada di sana pada musim gugur. Saya mengatakan bahwa kami akan kembali,” ujarnya mengacu pada pertandingan semi final yang akan digelar di Stadion Wembley, London.

“Rasanya kami sedang bermain di Stadion Denmark, karena penggemar kami yang berdedikasi datang untuk mendukung kami di Baku. Kami sangat berterima kasih,” tambahnya.

Sedangkan Thomas Delaney menyebut hasil yang diraih timnya sangat luar biasa. Pertandingan yang berlangsung diakuinya tidak berjalan sesuai harapan. Namun timnya mampu bertahan. Soal itu kini tidak dihiraukannya lagi, karena timnya akhirnya bisa menang.

Simon Kjaer, Kapten Tim Denmark, menyatakan timnya memiliki tujuan di Euro 2020. Salah satunya adalah bermain di Wembley. Kini keinginan itu hampir semuanya tercapai, dan tinggal mengupayakanya dengan sekuat tenaga.

“Kami memiliki tujuan sebelum menuju ke turnamen ini, dan itu adalah untuk kembali ke Wembley. Saya berbohong jika saya mengatakan bahwa kami baik-baik saja dengan mencapai semifinal. Kami harus pulih dan kemudian kami memiliki pertandingan lain dalam empat hari,” tegasnya.

Dari kubu Tim Republik Ceko, Vladimir Darida menegaskan timnya kecewa, namun tidak akan pernah merasa malu atas kekalahan ini. Timnya sudah mengupayakan, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

“Kami tidak perlu malu. Kami tampil bagus, menunjukkan semangat juang dan berjuang seperti singa di puncak kami. Itu juga terlihat jelas di pertandingan hari ini. Sayang sekali kami tidak bisa menyamakan kedudukan. Karena saya yakin permainan akan berbalik arah,” ujarnya.

Sumber gol Repbulik Ceko, Patrick Schick jelas merasa sangat terpukul. Sejauh ini dirinya cukup memberikan kontribusi dalam upaya membawa Ceko melangkah lebih jauh di Euro 2020.

“Kami sangat kecewa, semuanya berakhir di sini untuk kami. Saya pikir kami melakukan segalanya untuk berhasil, tetapi kami tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubahnya menjadi keuntungan kami di menit-menit terakhir,” keluhnya.

Sedangkan penjaga gawang Ceko, Tomas Vaclik mencoba untuk tetap mawas diri. Menurutnya semua yang terjadi harus bisa diterima, dan bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga.

“Tidak ada yang percaya pada kami, tetapi kami tetap bersatu. Ada semangat tim yang kuat – kami memiliki sesuatu yang istimewa di tim ini. Seiring berjalannya waktu, saya pikir kami hanya akan melihat kembali hal-hal positif dalam hal ini. Turnamen,” tegasnya. \

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: uefa.com

Comments
Loading...