Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rp 18 Miliar Klaim Penanganan Pasien Covid Menunggak, RS Aisyiyah Kudus Andalkan Dana Talangan

Tenaga kesehatan di RS Aisyiah Kudus tengah melayani pasien yang akan berobat (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Tunggakan biaya penanganan Pasien Covid-19 di RS Aisyiyah Kudus mencapai Rp 18 miliar. Dana sebesar itu merupakan tunggakan penanganan pasien sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021.

RS Aisyiyah Kudus sedang membentuk tim penagihan pengganti biaya perawatan pasien Covid-19 ini. Direktur Rumah Sakit Aisyiah Kudus dr Hilal Ariadi mengatakan, pihaknya saat ini sudah menyiapkan bukti acara, verifikasi klaim pasien Covid-19 di RS Aisyiah Kudus.

“Sampai saat ini biaya pengganti perawatan pasien Covid-19 itu belum turun. Nilai tagihannya sudah diverifikasi dan sudah ada berita acaranya sebesar Rp 18 miliar,” katanya saat dihubungi MURIANEWS, Sabtu (3/7/2021).

Dokter Hilal tidak menampik selama pandemi biaya operasional RS Aisyiyah membengkak.  Pasalnya kebutuhan juga meningkat. Di antaranya kebutuhan obat-obatan, alat pelindung diri (APD) insentif nakes, dan kebutuhan lainnya.

Saat ini untuk menutupi laju operasional rumah sakit, pihaknya tak hanya mengandalkan dana klaim BPJS Kesehatan, tetapi juga mencai dana talangan.

“Untuk menutup kekurangan itu, kami dari RS Aisyiah Kudus mencari dana talangan,” jelasnya.

Baca: Dana Klaim Penanganan Pasien Covid-19 Sejumlah RS di Kudus Belum Cair

Hal itu cukup beralasan, sebab menurutnya biaya operasional paling besar digunakan untuk membiayai sumber daya masyarakat (SDM). Alasannya, biaya SDM tersebut tidak dapat dikurangi.

Terlebih, pembiayaan SDM itu digunakan untuk membiayai tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di zona berisiko tinggi. Menurut penjelasannya, nakes yang bertugas di zona berisiko tinggi itu ada insentif khusus.

“Misalnya mereka yang bertugas di ruang isolasi dan UGD. Selain itu digunakan untuk uang lembur. Uang lembur ini untuk membayar nakes yang bertugas menggantikan nakes yang terpapar Covid-19,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...