Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Kudus Berlakukan WFH 50 Persen Selama PPKM Darurat

Bupati Kudus HM Hartopo. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan memberlakukan work from home pada para Aparatur Sipil Negaranya (ASN) sebesar 50 persen selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat 3 hingga 20 Juli mendatang.

Keputusan tersebut pun telah tertuang dalam Instruksi Bupati Nomor 360/2/2021 tentang Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat Pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Kudus.

Di mana tertuliskan khusus pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus menjalankan Work From Office (WFO) maksimal 50 persen. Kecuali untuk sektor pelayanan kesehatan maupun pelayanan masyarakat secara langsung.

“Tidak seratus persen (WFH), kalau seratus persen nanti yang melayani masyarakat siapa,” ujar Bupati Kudus HM Hartopo, Sabtu (3/7/2021)

Walau demikian, lanjut Hartopo, keputusan untuk WFH akan diserahkan kepada masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk di antaranya adalah bagian mana yang harus bekerja di rumah dan mana yang di kantor.

“Artinya kalau memang bisa dikerjakan di rumah ya di rumah, kalau tidak bisa ya tetap di kantor tidak masalah,” sambung Hartopo.

Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan supaya pelayanan kepada masyarakat bisa tetap maksimal. Sehingga tidak mengganggu pencapaian target kinerja pelayanan. “Yang penting pelayanan pada masyarakat harus tetap tertangani,” tegas Hartopo.

Diketahui, dalam Inbup Nomor 360/2/2021 sendiri turut diatur pula pelaksanaan kegiatan di sektor nonesensial dan esensial. Untuk sektor nonesensial, diberlakukan WFH seratus persen.

Sementara sektor esensial seperti keuangan, perbankan, pasar modal, teknologi informasi komunikasi, perhotelan noncovid, dan industri orientasi ekspor diberlakukan WFH 50 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...