Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mendagri Izinkan Supermarket dan Swalayan Buka, Ini Alasan Bupati Pati Kenapa Swalayan ADA dan Luwes Harus Tutup Selama PPKM Darurat

Petugas meninjau Swalayan ADA Pati di hari pertama PPKM Darurat. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan untuk menutup sementara Swalayan ADA dan Luwes Pati, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021. Keputusan ini diambil meski Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) memperbolehkan swalayan dan supermarket tetap buka dengan pembatasan jam operasional.

Dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, disebutkan swalayan dan supermarket boleh buka dengan pembatasan jam operasional dan jumlah pengunjung.

Ini tertuang dalam Diktum Ketiga Poin C4, yang bunyinya sebagai berikut:

“Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen);”.

Dalam Inmendagri itu disebutkan, dalam sektor ini yang ditutup adalah pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan. itupun mal yang di dalamnya terdapat supermarket dan swalayan harus dibuka aksesnya.

Hal ini tertuang dalam Diktum Ketiga Poin e, yang isinya:

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan pada diktum KETIGA poin c.3 dan d;

 

Bupati Pati Haryanto saat meninjau Swalayan ADA (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Bupati Pati Haryanto mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih menutup sementara Swalayan ADA dan Luwes.

Haryanto menyebut, swalayan yang ada di Bumi Mina Tani tersebut menjadi sentral perbelanjaan. Sehingga dikhawatirkan nantinya terjadi kerumunan yang lebih banyak.

“Kami sudah mengkaji Inmendagri itu. Ini (Swalayan ADA dan Luwes) adalah pusat perbelanjaan, sehingga harus kami tutup,” katanya di sela-sela peninjauan ADA Pati, Sabtu (3/7/2021).

Baca: Swalayan ADA dan Luwes di Pati Ditutup Sementara Selama PPKM Darurat

Selain adanya Inmendagri tersebut, ia juga mengakui bahwa penutupan dua swalayan tersebut adalah untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebab, apabila dibolehkan untuk beroperasi, nantinya malah menimbulkan permasalahan baru.

“Ini bukan PPKM Mikro, tapi ini PPKM Darurat. Kami tutup swalayan untuk menghindari kerumunan. Tadi dari pihak Swalayan ADA juga sudah proaktif untuk menutup hingga 20 Juli,” ujarnya.

Penutupan dua tempat ini berdasarkan Instruksi Bupati Pati Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Pati. Pada Diktum kesatu poin i.6 disebutkan pusat perbelanjaan dan mall ditutup.

Sementara Store Manager Swalayan ADA Pati Yohanes Suryanto mengatakan, sekali pun Mendagri menbolehkan swalayan untuk buka, tetapi pihaknya tetap menaati pada instruksi Bupati Pati.

“Karena kami berada di Pati, semua itu kan menjadi tanggung jawab bupati. Kalau memang bupati minta swalayan tutup, kami tutup,” terangnya.

Kendati pelayanan secara offline ditutup hingga 20 Juli mendatang, tetapi pihaknya mengaku untuk layanan pembelanjaan online tetap beroperasi. Bahkan pihaknya sudah mengkoordinasikan hal tersebut kepada bupati Pati.

“Persentase penjualan online kami masih kecil. Tapi karena kondisinya seperti ini, kami tetap akan maksimalkan,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...