Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Salatiga Galakkan Satu Hari di Rumah Saja, Dua Akses Jalan Ditutup

Ilustrasi pemasangan petunjuk arah demi memudahkan pengguna jalan sekaligus mencegah kemacetan. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

MURIANEWS, Salatiga – Gerakan Satu Hari di Rumah yang akan dilakukan Pemkot Salatiga, Minggu (4/7/2021) besok bakal dibarengi dengan penutupan sejumlah jalan. Hal itu dilakukan atas masukan beberapa supaya program tersebut berjalan sukses.

Wali Kota Salatiga Yulianto menyebutkan, penutupan jalan tersebut bebedapa di antaranya adalah penutupan jalur di Simpang 4 Tingkir dan Simpang 3 Blotongan.

Yuliyanto pun berharap masyarakat turut mendukung Gerakan Satu Hari di Rumah. Program itu diterapkan sebagai upaya untuk menekan angka persebaran Covid-19 di Kota Salatiga yang terus melonjak.

”Selain Gerakan Satu Hari di Rumah, Pemkot Salatiga juga akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Program pemerintah pusat itu, lanjut Yuliyanto harus dijalankan karena lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk Salatiga sangat tinggi sejak awal Juni.

Ia pun berharap agar masyarakat mematuhi aturan yang ada dalam PPKM Darurat agar keadaan segera membaik dan berangsur normal.

Yuliyanto mengungkapkan ada pertanyaan-pertanyaan dari warga terkait aturan-aturan PPKM Darurat. Meski demikian, tak ada penolakan dari warga terkait kebijakan tersebut.

“Kalau penolakan terhadap PPKM Darurat saya kira tidak ada karena semua ingin keadaan membaik. Setelah ini, kita semua harus optimistis dan bangkit kembali,” tegasnya.

Yuliyanto menambahkan untuk PPKM Darurat, pihaknya juga sudah menerbitkan Surat Edaran No.443.1/551/101.2. SE itu sudah disosialisasikan ke sejumlah instansi, pengusaha, pengelola tempat hiburan dan fasilitas umum.

Menurut Yuliyanto, aturan terkait PPKM Darurat itu antara lain supermarket, toko kelontong, dan pasar swalayan beroperasi hingga pukul 20.00. Warung makan, PKL, kafe, lapak jajanan tidak boleh makan di tempat dan hanya menjalani take away.

“Untuk ibadah juga disarankan dilakukan di rumah karena tempat ibadah akan ditutup sementara waktu,” kata Yuliyanto.

Dia juga menginformasikan kegiatan seni, budaya, sosial, dan kemasyarakatan dihentikan sementara. Kegiatan hajatan seperti ijab kabul, pernikahan, sunatan, pemberkatan dilakukan dengan pembatasan sesuai surat edaran tersebut.

Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Meski saat ini capaian vaksinasi di Salatiga sudah sekitar 70 persen, kita tidak boleh lengah. Semua harus sadar protokol kesehatan,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...