Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Cerita Soal Tim 5 Juta di Selandia Baru: Kita Juga Sudah Eneg Kan Sama Covid?

Gubernur Ganjar Pranowo menyosialisasikan PPKM Darurat ke warga yang antre vaksinasi. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan diberlakukan di Jawa-Bali mulai Sabtu (3/7/2021). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengajak masyarakat untuk menaati kebijakan-kebijakan dalam PPKM terbaru itu.

Ajakan ini juga disampaikan saat Ganjar meninjau sentra vaksinasi di Holy Stadium Marina, Kota Semarang, Jumat (2/7/2021). Di sela menyapa masyarakat yang antre, Ganjar menyelipkan ajakan agar seluruh masyarakat taat PPKM Darurat yang akan diberlakukan selama dua pekan ke depan.

“Kita mulai besok tanggal 3 Juli akan ada PPKM Darurat, ketat seluruh Jawa-Bali. Saya nyuwun (minta) semuanya untuk tertib, tetangganya diberi tahu semua. Kalau tidak penting tidak usah pergi-pergi dulu, tidak usah nongkrong dulu,” kata Ganjar.

Ganjar pun bercerita gerakan Tim Lima Juta di Selandia Baru. Gerakan itu dilakukan dengan melibatkan lima juta orang untuk saling mengingatkan tentang pemakaian masker dan protokol kesehatan.

Hasilnya di negara tersebut persebaran Covid-19 bisa ditekan sangat cepat. “Di New Zealand (Selandia Baru) itu antarteman saling mengingatkan kalau ada yang tidak pakai masker. Kita harus punya kesadaran yang sama,” ujarnya.

Jika di Selandia Barua da tim Lima Juta, maka Jawa Tengah Tim 35 Juta. Artinya, seluruh masyarakat diminta jadi tim untuk membantu.

Selama aturan itu diberlakukan, lanjut Ganjar, ia mengajak masyarakat berjuang bersama untuk bertahan membatasi kegiatan dan kerumunan. Menurutnya apabila masyarakat bisa bersama-sama bertahan paling tidak 14 hari saja maka memotong persebaran Covid-19 bisa cepat.

“Kita coba bertahan dua pekan kira-kira mampu tidak. Kalau kita mampu, kita bisa insyaallah potong covid-nya dengan cepat. Kita juga sudah eneg kan sama covid?” katanya.

Selain PPKM Darurat, lanjut Ganjar, langkah untuk memotong laju Covid-19 juga dilakukan melalui vaksinasi. Maka dari itu ia mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang sedang digalakkan.

Bahkan Ganjar memberikan contoh bagaimana pertandingan Euro 2020 di Eropa bisa dihadiri oleh puluhan ribu penonton di stadion. Hal itu bisa dilakukan karena persentase warga yang sudah divaksin di negara itu sudah tinggi.

“Sambil kita percepat vaksi dengan kesadaran Anda datang, setelah selesai disuntik harapannya tetap jaga kesehatan. Tetap harus pakai masker dan jaga protokol kesehatan. Kalau 60 persen warga di Indonesia sudah divaksin bisa seperti itu yang nonton piala Eropa (di stadion),” terangnya.

Ia pun mengajak warga yang punya orang tua berusia lanjut, untuk diajak vaksin. Karena kalangan lansia mempunyai risiko yang besar jika tertular corona.

“Kalau punya orang tua yang usianya sudah lanjut, tolong diajak vaksin atau anda punya teman yang sakit gula, darah tinggi, kalau bisa diajak mumpung masih sehat,” kata Ganjar.

Ganjar meminta masyarakat tidak panik dengan penerapan PPKM Mikro Darurat ini. Tindakan yang diambil saat ini hanyalah pengetatan saja, dan semua harus mendukung.

“Jangan panik, kita hanya butuh mengetatkan saja. Tindakan-tindakan ini karena situasinya sedang tidak baik-baik saja. Memang butuh tindakan yang lebih ketat dan serius,” jelasnya.

Jika ada masyarakat yang kesulitan selama PPKM Mikro darurat dilaksanakan, Ganjar meminta agar menghubungi pejabat di daerahnya masing-masing. Ganjar juga meminta masyarakat melapor ke call center di kabupaten/kota atau provinsi jika mengalami kesulitan.

“Kalau ada masyarakat kesulitan, saya minta kawan-kawan kabupaten/kota membantu. Ada call center yang bisa dihubungi. TNI/Polri digerakkan, Babinsa/Bhabinkamtibmas, Camat, Kades semuanya bekerja. Saya minta Jogo Tonggo hidup, sehingga bisa membantu,” ucapnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...