Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Operasi Yustisi Digencarkan, Tiga Warga Kudus Tak Bermasker Dihukum Nyapu Jalan

Pelanggar prokes diberi sanksi sosial menyapu jalanan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus –  Operasi yustisi atau penegakkan hukum protokol kesehatan terus digencarkan di Kabupaten Kudus. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat bisa tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan ditengah pandemi.

Dari pantauan MURIANEWS, petugas gabungan Satpol PP, TNI-Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kudus, menggelar operasi yustisi di Alun-Alun simpang tujuh Kudus, Jumat (2/7/2021).

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Kabupaten Kudus, Sarjono mengatakan, operasi yustisi tersebut setiap harinya digencarkan secara mobile. Yang menyasar ke sejumlah titik keramaian yang ada di sembilan kecamatan di Kota Kretek.

“Kami gencarkan setiap hari secara mobile, setelah di Kecamatan Kota setelah itu kami di Kecamatan Jekulo, ” katanya.

Menurutnya, tingkat kedisiplinan masyarakat Kudus perihal protokol kesehatan sudah cenderung meningkat. Terbukti, dengan operasi yustisi yang digelarnya kali ini hanya menemukan tiga pelanggar yang tidak memakai masker.

Setelah didapati tak memakai masker, masyarakat akan diberi masker gratis dan diberi sanksi sosial seperti menyapu jalan.

“Ada tiga orang yang tidak memakai masker di Alun-Alun Simpang Tujuh. Mereka kami beri masker dan kami beri sanksi menyapu jalan. Kami juga beri pengertian agar pelanggar bisa disiplin masker dan protokol kesehatan lain,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Sarjono, operasi yustisi memang harus terus digencarkan. Agar masyarakat tidak lalai dalam penerapan protokol kesehatan.

“Meski sudah banyak yang disiplin dan sadar, tapi kami jangan sampai lengah, biar masyarakat bisa tetap disiplin protokol kesehatan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...