Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Belgia Tak Akan Berubah Meskipun De Bruyne Terpaksa Tak Bermain

Gelandang Belgia, Youri Tielemans, tetap optimis bisa melewati Italia. (cnnindonesia.com/ (AP/Francisco Seco)

MURIANEWS, Munich- Pertandingan Perempat Final antara Belgia Vs Italia, Sabtu (3/7/2021) dinihari WIB, merupakan pertandingan besar berikutnya di arena Euro 2020. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Allianz Arena, Muenchen, mulai jam 02.00 WIB dinihari.

Pemain Belgia, Youri Tielemans menyebut Italia merupakan tim yang memiliki ‘banyak kualitas’ di lini tengah. Namun, dirinya tetap menegaskan bahwa Belgia tidak akan berubah. Meski sekalipun nanti, ada kemungkinan terburuk Kevin De Bruyne tidak bisa bermain karena cideranya.

“Pertandingan kami melawan Portugal berjalan positif, bertahan dan ofensif, jika kami tidak boleh menyebut memiliki lebih banyak penguasaan bola,” kata gelandang Leicester City itu dalam konferensi persnya, Kamis (1/7/2021).

Tim Nasional Belgia memang masih dihadapkan pada ketidakpastian terkait kondisi dua pemain pentingnya. Kevin De Bruyne dan Eden Hazard hingga sehari sebelum pertandingan masih belum dipastikan kondisinya.

Dua pemain ini mengalami cidera saat keduanya terlibat dalam pertandingan Babak 16 Besar yang berat melawan Portugal. Kevin De Bruyne mengalami cedera penggelangan kaki, sementara Hazard mengalami masalah pada salah satu ototnya.

“Dengan atau tanpa mereka, pekerjaan kami di tim Belgia tidak berubah. Sangat jelas bagi tim, apa yang perlu dilakukan dan apa yang diminta pelatih pada kami. Tentu saja, mereka ini adalah pemain hebat dan sangat penting bagi tim. Tetapi ketidakhadiran mereka tidak akan membuat banyak perbedaan dalam cara kami bermain,” tegasnya.

Keberadaan Kevin De Bryune memang sangat vital bagi permainan Belgia. Sejauh ini De Bruyne memang dekat dengan masalah cidera. Sebelum Euro 2020 berlangsung, pemain ini mengalami cidera dalam final Liga Champions.

“De Bruyne adalah pemain spesial, dia sepertinya selalu membuat keputusan yang tepat, efisien dan bisa memberikan assist atau mencetak gol,” puji Tielemans.

Dari statistik yang ada, Italia dan Belgia baru mengalami kebobolan satu gol dalam 90 menit selama turnamen berlangsung. Lini tengah Italia disebut-sebut menjadi kekuatan sentral mereka dengan Marco Verrati, Jorginho, Nicolo Barella sebagai sumbernya.

Pemain lapis kedua mereka untuk lini tengah, juga tidak kalah kelas. Disana ada Manuel Locatelli dan Matteo Pessina yang siap memberi perubahan dari bangku cadangan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi Belgia.

“Ini akan menjadi ujian di mana detail yang akan kami sajikan bisa membuat perbedaan. Kami belajar dari Piala Dunia 2018, karena ada saat-saat dalam turnamen ketika Anda harus menderita sebagai sebuah tim. Ketika Anda memiliki sedikit peluang maka harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin,” jelas Tielemans lagi.

Secara keseluruhan Italia merupakana tim yang bagus, bisa saling mendukung di setiap lininya. Melawan Belgia, menurut Tielemans, Italia akan bermain sedikit berbeda. Belgia dalam hal ini harus bisa menahan dam memenangkan dari sisi taktik.

“Mereka memiliki kualitas di lini tengah dan pemain yang saling melengkapi. Italia mungkin bermain dengan cara yang sedikit berbeda, mengingat ini adalah perempat final, tapi kami tidak mengharapkan banyak perubahan. Mereka memiliki kepercayaan diri dalam cara mereka bermain,” tutup gelandang klub Leicester City, Inggris ini.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: football-italia.net

Comments
Loading...