Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keluarnya Dembele dan Cekcok Keluarga Pemain, Juga Jadi Sumber ‘Pecahnya’ Les Blues

Cidera Dembele ternyata juga membuat tim Prancis terpengaruh. (instagram/equipedefrance)

MURIANEWS, Paris- Masih terkait dengan kegagalan Prancis di Euro 2020, laporan media Prancis L’equipe yang dilansir Daily Mail juga menyebut ada beberapa hal lain yang diduga menjadi penyebabnya.

Cidera yang dialami Osmane Dembele, yang kemudian membuatnya harus meninggalkan tim Les Blues, ternyata memberi dampak telak bagi timnya. Hal ini berkaitan dengan dirinya di luar lapangan, di dalam hubungan antara pemain di tim Prancis.

Dembele, bersama Pogba diketahui merupakan pemain-pemain yang dapat bersosialisasi dengan semua anggota tim. Bintang Barcelona ini dikenal dekat dengan Mbappe, juga dengan Goroud dan Antoine Griezmann serta Karem Benzema.

Penyerang Tim Prancis ini sempat mengunjungi kamp Les Blues sebelum pertandingan melawan Hungaria. Kedatangannya menjadi dorongan moral bagi rekan-rekannya yang sedang menghadapi ketidakpuasan.

Namun masalsah-masalah yanga terjadi dilaporkan semakim memuncak saat tim menjalani pertandingan di Bucharest. Situasi-situasi yang terjadi akhirnya membuat Prancis gagal membuat mereka tetap berada di persaingan Euro 2020.

Kegagalan itu, kemudian memicu perseteruan antar anggota keluarga pemain Prancis. Veronique Robiot, ibu dari gelandang Prancis Adrien Robiot diketahui megatakan kepada ayah Mbappe untuk mengajari anaknya agar tidak bersikap arogan.

Veronique juga diketahui bertanya pada keluarga Paul Pogba bagaimana dia bisa kehilangan penguasaan bola di lini tengah dalam pertandingan itu. Sehingga selanjutnya Swiss mampu menyamakan gol setelah ketinggalan.

Media French Football News, seperti yang dilansir Daily Mail juga menyebutkan, para pemain terlibat dalam pertengkaran selama setelah kekalahan di Bucarest itu. Rabiot dan Pogba disebut salaing bersitegang di sepanjang pertandingan. Pogba tidak puas dengan kinerja yang ditunjukan Robiot dalam pertandingan itu.

BACA JUGA: Laporan Media Prancis, Tim Les Blues ‘Berantakan’ Usai Dihantam Swiss Di Babak 16 Besar Euro 2020

Lainnya, Raphael Varane juga disebut-sebut mengecam Benjamin Pavard karena pertahanannya yang buruk. Sebaliknya, Pavard menyalagkan Pogba karena tidak mau membantu pertahanan tim. Dalam hal ini Varane kemudian memihak Pavard.

Setelah pertandingan, Varane berusaha untuk menyatukan tim yang terguncang di ruang ganti. Sementara Deschamps menyatakan siap menanggung semua ‘serangan’ yang akan datang ke Tim Prancis usai kekalahan itu.

Didier Deschamps secara tegas meminta para pemainnya untuk mengalihkan fokus pad apertandingan internasional mereka pada Bulan September. Prancis akan menjalani pertandingan Kualifikasi Piala Dunia.

Didier Deschamps pada kesempatan itu mengatakan dengan keras ‘Hormati satu sama lain, selalu!’. Apa yang terjadi di lapangan itu pada akhirnya bertambah parah, saat anggota keluarga pemain ikut memperkeruh suasana dengan pernyataan-peryataan masing-masing.

Dari semua kejadian ini, Kylan Mbappe akhirnya menjadi pihak yang paling merana. Tendangan pinaltinya diblok Yan Sommer hingga Prancis terpental dari turnamen. Mbappe dan keluargannya sudah meminta maaf, namun tidak serta merta menyelesaikan masalah.

“Tidak ada yang bisa kesal dengannya. Ketika Anda mengambil tanggung jawab, itu bisa terjadi. Dia jelas sangat terpengaruh olehnya,” kata Deschamps membela pemainnya itu.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: dailymail.co.uk

 

Comments
Loading...