Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Laporan Media Prancis, Tim Les Blues ‘Berantakan’ Usai Dihantam Swiss Di Babak 16 Besar Euro 2020

Pogba berdebat di tengah lapangan.(dailymail.co.uk/UEFA/Getty Images)

MURIANEWS, Paris- Kegagalan Prancis melewati hadangan Swiss di Babak 16 Besar Euro 2020 berbuntut panjang. Banyak hal yang diduga terjadi di tim Les Blues ini. Mulai dari keretakan hubungan antar pemain sampai masalah fasilitas pemain diungkap.

Media Prancis L’Equipe seperti yang dilansir Daily Mail, telah menggali detail mengenai dugaan musabab ‘kehancuran’ Les Blues. Disharmoni di dalam tim Prancis disebut-sebut menjadi penyebab utama mengapa mereka akhirnya ‘layu sebelum berkembang’.

Prancis membuang kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya, setelah sempat unggul dua gol sebelum akhirnya tumbang di adu tendangan pinalti. Kekalahan ini membuat kekecewaan besar, dan akhirnya meledakan issu-issu yang selama ini sempat teredam di Les Blues.

Les Bleus disebut-sebut menjadi salah satu calon kuat tim yang akan mengangkat trophy pada 11 Juli nanto. Namun tersingkirnya mereka, membuat media Prancis mulai menggunakan ‘pisau-pisau’ tajam mereka untuk mengupas segala sesuatu yang berhubungan dengan Les Blues.

Kasus pertengkaran antara Kylan Mbappe dan Olivier Giriud setelah ujicoba Prancis Vs Bulgaria, menjadi pijakan awal dari dugaan disharmoni yang terjadi. Giroud mengeluh mengenai ‘layanan’ umpan yang dirasakannya minim dari Mbappe.

Di luar itu, persoalan-persoalan dari anggota keluarga masing-masing pemain juga disinyalir turut membuat situasi menjadi semakin runyam di Tim Nasional Prancis. Media L’Equipe memberikan laporannya tentang suasana tak bagus ini.

Media Prancis ini menggambarkan bagaimana wawancara pasca-pertandingan yang dilakukan Giroud dengan dengan L’Equipe telah ‘memicu’ perseteruan dengan Mbappe. “Anda mengatakan bahwa saya belum banyak terlihat tetapi mungkin kita bisa menemukan satu sama lain. lebih baik,” inilah ucapan Giroud yang akhirnya membuat Mbappe tersinggung.

Mbappe dikabarkan marah, dan bahkan meminta ijin pada Deschamps untuk menggelar press cofrence. Hal ini bahkan mengesampingkan penjelasan Giroud bahwa pernyataannya itu bukan ditunjukan pada Mbappe.

Dalam perkembangannya, Mbappe diduga tidak bisa meredam kemarahannya itu. Sehingga hal itu membuat kesal pemain senior lainnya seperti Steve Mandanda, Hugo Lloris dan Moussa Sissoko. Mereka diperkirakan mulai bosan melihat pemain berusia 22 tahun itu selalu ‘merajuk’.

L’Equipe menyebut perselisihan antara Mbappe dan Giroud ini akhirnya menimbulkan ‘garis’ pemisah diantara 26 pemain di tubuh Les Blues. Situasi ini membuat pemain bintang Les Blues menjadi gelisah.

Situasi semakin bertambah keruh, manakala mereka merasa tak puas dengan fasilitas hotel yang mereka terima. Selain itu adanya pembatasan terhadap keluarga para pemain Prancis, dinilai juga menjadi ‘masalah’ yang muncul.

Prancis yang harus terbang dari kota ke kota, mulai dari Munich, Budapest dan Bucharest tidak memungkinkan mereka mendapatkan sebuah base camp yang besar. Mereka harus berpindah-pindah dan mulai mengeluh mengenai akomodasi hotel yang mereka dapatkan.

Hal ini terutama terjadi saat mereka berada Budapest, ketika berada di hotel Marriott. Pada kasus ini, Paul Pogba disebut meminta agar Les Blues bisa menginap di Gardony sekitar 50 km dari Budapest, yang merupakan sebuah fasilitas yang menghadap ke danau.

Namun keinginan itu tidak terpenuhi. Mereka tetap menginap di Marriot yang kabarnya membuat mereka terkurung karena jendela kamar tidur hotel tak bisa dibuka. Para pemain Prancis juga tidak dapat melihat keluarga mereka di sebagian besar turnamen yang di jalaninya.

Mereka membandingkan tim Belgia dan Spanyol yang masih bisa menghabiskan waktu bersama orang yang mereka cintai. Namun Federasi Sepak Bola Prancis, FFF tidak mengijinkan hal itu terjadi. Protokol kesehatan menjadi alasan FFF untuk tidak meluluskan permintaan ini.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Dailymail.co.uk

Comments
Loading...