Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jokowi Pastikan Kajian PPKM Darurat Jawa-Bali Final Hari Ini: Diterapkan di 44 Kabupaten dan 6 Provinsi

Presiden Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta — Pemerintah memastikan akan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk menahan laju Covid-19. Namun, belum ada kejelasan bagaimana PPKM darurat itu dilaksanakan dan petunjuk teknisnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui hingga saat ini masih ada kajian terkait PPKM darurat tersebut. Meski begitu, pihaknya memastikan hari ini pemerintah melakukan finalisasi kajian PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Baca: DIY Bocorkan PPKM Darurat Dimulai 3 Juli, Luhut Jadi Koordinator Jawa-Bali

“Hari ini ada finalisasi kajian, kita melihat karena lonjakan yang sangat tinggi. Kita harapkan selesai karena diketahui oleh pak Airlangga pak Menko Perekenomian untuk memutuskan diberlakukannya PPKM darurat,” ujar Jokowi dalam sambutan peresmian Munas Kadin VIII di Kota Kendari seperti dikutip Suara.com, Rabu (30/6/2021)

Jokowi mengaku belum mengetahui berapa lama masa PPKM darurat yang akan diumumkan pemerintah. Sebab saat ini masih dalam tahap finalisasi kajian.

“Enggak tahu nanti keputusannya apakah seminggu, apakah dua minggu,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut rencana PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali, karena dua pulau tersebut harus mendapat penanganan khusus. Sebab ada 44 kabupaten/kota dan enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali, yang nilai assessement di nomor empat karena tingginya kasus Covid-19.

Baca: Besok, Indonesia Dikabarkan Terapkan Lockdown dengan Nama PPKM Darurat, Begini Kata Satgas Covid

“Karena petanya sudah kita ketahui semuanya di khusus hanya di pulau Jawa dan Pulau Bali. Karena di sini ada 44 kabupaten dan kota serta enam provinsi yang nilai assessment nya 4 kita adakan penilaian secara detil yang ini harus ada treatment khusus sesuai dengan yang ada di indikator laju penularan oleh WHO,” kata Jokowi.

Kepala Negara pun mencontohkan peta kasus penyebaran Covid-19 di Jakarta Barat.

“Kondisi kondisi seperti ini harus kita sampaikan apa adanya. Saya berikan contoh peta di Jakarta Barat, RT RW dan kelurahan yang terkena covid-19 Bapak Ibu Saudara bisa lihat sudah seperti itu,” tutur Jokowi.

Karena itu kata Jokowi dibutuhkan keputusan yang tegas dalam menangani lonjakan kasus Covid-19.

“Itu artinya sudah merata sehingga. Hingga memang harus ada sebuah keputusan yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...