Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ivermectin Disebut Punya Efek Samping Sindrom Stevens-Johnson, Ini Penjelasannya

Obat Invermetin. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ivermectin telah mendapatkan izin uji klinik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengobati Covid-19. Invermectin merupakan obat cacing, yang sama seperti obat lain mempunyai efek samping yang dianggap cukup berat.

Efek samping itu bernama Sindrom Stevens-Johnson (SJS), atau kelainan serius pada kulit. SJS ini dapat menyebabkan kulit menjadi melepuh, kering, dan bersisik.

Ketua Gugus Tugas Covid RS Aisyiyah Kudus dr Agus Prastyo membenarkan adanya efek samping kategori berat bernama SJS itu.

“SJS itu sejenis alergi. Bisa mengakibatkan kulit melepuh, kulit kering dan bersisik. Semacam efek alergi terhadap suatu obat,” katanya, Selasa (29/6/2021).

Namun, menurut dokter Agus Prastyo semua jenis obat memang memiliki efek samping SJS. Perihal berefek dan tidaknya pada seseorang itu bergantung pada kekebalan tubuh seseorang.

“Untuk Ivermectin ini efek SJS itu tergolong berat, karena dapat menyerang seluruh kulit di bagian badan. Kalau efek ringannya itu ya muntah, pusing, dan gatal-gatal,” ungkapnya.

Dokter Agus Prastyo menjelaskan, sejauh ini obat Ivermectin mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat antiparasit atau obat cacing.

“Belum ada izin edar dari BPOM untuk menyembuhkan Covid-19. Kalau untuk obat cacing efektif. Tetapi kalau untuk Covid-19 belum tahu efektivitasnya. Bahkan uji klinis obat Ivermectin dari WHO (World Health Organization) untuk menyembuhkan Covid-19 juga belum ada,” ungkapnya.

Baca: Ratusan Tablet Ivermectin di RS Aisyiyah Kudus Belum Diberikan ke Pasien Corona, Ini Alasannya

Ia juga mengatakan hingga saat ini belum ada literatur yang menjelaskan obat Ivermectin dapat menyembuhkan Covid-19. Menurutnya pihak BPOM dan juga Badan Penelitian dan Pengen Kesehatan Kementerian Kesehatan masih melakukan uji klinis terhadap obat Ivermectin terkait pengggunaannya sebagai obat terapi Covid-19.

Sebelumnya RS Aisyiyah Kudus mendapatkan droping Invermectin untuk terapi pasien corona. Hingga Selasa (29/6/2021) hari ini sebanyak 750 tablet obat Ivermectin yang diterima belum diberikan kepada pasien.

Dokter Agus Prastyo beserta DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) RS Aisyiyah memilih menunggu izin edar resmi dari BPOM.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...