Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Emoh Disebut Zona Merah oleh Ganjar, Bupati: Banjarnegara Masih Hijau-Kuning

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. (Istimewa)

MURIANEWS, Banjarnegara – Pernyataan Gubernur Ganjar Pranowo yang menyebut Banjarnegara sebagai zona merah ditepis Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Budhi menyebut status Kabupaten Banjarnegara pada Senin (28/6/2021) saat Ganjar mengumumkan zonasi daerah Covid-19 di Jateng,  masih hijau-kuning.

“Senin tanggal 28 Juni 2021 masih saya nyatakan Banjarnegara zona hijau-kuning,” kata Budhi seperti dikutip Detik.com.

Ia menyebut, dari 278 desa yang ada di Banjarnegara, hanya ada satu desa yang saat ini masuk zona oranye. Namun, desa tersebut saat terus dipantau oleh pemerintah kabupaten.

“Ada satu desa yang statusnya zona oranye, itu pun hanya satu RT. Kalau keseluruhan yakni 278 desa di Banjarnegara hijau-kuning kecuali satu desa itu,” terangnya.

Ia menyebut, saat ini jumlah pasien COVID-19 yang tengah dirawat di 4 rumah sakit di Banjarnegara 168 orang. Sedangkan isolasi mandiri, 728 dan karantina di Puskesmas 12 orang.

“Jumlah kumulatif bulan Maret 2020 sampai sekarang, kasus COVID-19 di Banjarnegara ada 4.598 orang. Dari jumlah tersebut 3.446 orang dinyatakan sembuh. Sementara yang meninggal dunia dari bulan Maret 2020 sampai sekarang ada 244 orang. Dan yang dalam perawatan 908 orang yang terdiri dari rawat inap di 4 rumah sakit 168 orang, isoman 728 orang dan karantina di Puskesmas Sigaluh 12 orang,” paparnya.

Baca: 25 Daerah di Jateng Zona Merah, Ganjar Perintahkan 7.000 Lebih RT Dilockdown

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Latifa Hesti, menjelaskan terkait perbedaan status zona di Banjarnegara. Perbedaan ini lantaran Pemkab Banjarnegara mengacu pada PPKM Mikro.

“Yang kita pakai itu kriteria PPKM Mikro, yang hubungannya apabila 1 RT itu tidak ada kasus berarti hijau, kalau ada kasus antara 1-2 itu kuning, kasusnya 3-5 itu oranye dan lebih dari 5 orang itu merah. Kita hanya pakai kriteria itu,” jelas Latifa.

Sedangkan untuk kriteria dari pemerintah provinsi itu ada 14 kriteria. Di antaranya, kasus aktif, kasus sembuh, BOR rumah sakit, BOR ICU serta kriteria lainnya.

“Kalau dari provinsi itu ada 14 kriteria dan itu by aplikasi. Kadang data kasus di Corona Jateng tidak update. Kayak hari ini heboh juga bahwa pasien yang dirawat di RS Banjarnegara ada 406 orang. Padahal, jumlah bed di Banjarnegara hanya 200,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut saat ini ada 25 daerah yang masuk zona merah virus Corona atau Covid-19, dari total kabupaten/kota di Jateng yang berjumlah 35 daerah. Ia pun menegaskan tidak boleh ada lagi acara kerumunan.

“Pakai data kita ternyata ada 25 kabupaten/kota. Jadi ini serius. Saya sampaikan agar RT yang merah. Ini zona merah konteks kabupaten ya, meski kalau kecil kan di level desa masih banyak yang hijau tapi kami tidak mau ambil risiko,” kata Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Semarang, Senin (28/6/2021).

Ganjar menyebutkan 25 daerah yang kini masuk zona merah yaitu Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Pati, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Kota Pekalongan,Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...