Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Terus Digenjot, Jepara Buka Vaksinasi untuk Semua Kalangan Minimal Usia 18 Tahun

Proses skrining vaksinasi di Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus menggenjot program vaksinasi. Sekarang, vaksinasi tidak dikhususkan bagi kalangan tertentu. Melainkan bagi seluruh kalangan.

Diketahui, sebelumnya pemerintah memprioritaskan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, dan warga lanjut usia (lansia). Namun, kini kebijakan tersebut digeser. Yaitu vaksinasi massal untuk siapapun yang siap divaksin.

“Terobosan-terobosan yang dilakukan saat ini adalah sekarang usia 18 tahun ke atas bisa ikut vaksin. Antusiasme masyarakat sudah meningkat,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi, Senin (28/6/2021).

Andi melihat, bahwa antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi lahir dari kesadaran pribadi. Kesadaran itu terdorong dari banyaknya orang yang sudah divaksin, imunitasnya lebih kuat dibanding yang belum divaksin, jika terpapar Covid-19.

“Mereka (pasien Covid-19, red) yang gejalanya fatal itu rata-rata belum tervaksin. Apalagi kalau ada komorbit (penyakit penyerta, red), gejalanya lebih parah,” jelas Andi.

Saat ini, lanjut Andi, pemerintah menargetkan 3.900 orang Jepara tervaksin setiap harinya. Sejauh ini, capaian target harian sudah mencapai 80 persen.

Melalui cara itu, vaksinasi di Jepara saat ini sudah mencapai 33,4 persen. Dengan rincian pelayan publik mencapai 74 ribu orang, nakes sudah melebihi 120 persen, serta masyarakat umum sudah menghabiskan 8.400 vial vaksin.

“Yang masih ada persoalan itu lansia. Saat ini dosis pertama baru 18 persen, dosis kedua 11 persen. Kendalanya mereka banyak yang komorbid,” terang Andi.

Terkait dengan stok vaksin, Andi menegaskan bahwa stok masih aman dan akan selalu ada. Sebab, pihaknya selalu meminta langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jika stok vaksin sudah menipis.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...