Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Relawan Nakes Asal Kendal Rela Menginap di Tempat Isolasi di Jepara: Insyaallah Berkah

Agus Surya, salah satu relawan nakes di Asrama Mahasiswa Undip Teluk Awur. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Mata Agus Surya terlihat sangat sayu dan lelah. Kantung matanya kendur serta menghitam. Tetapi, ia masih bisa tertawa saat bercengkerama dengan para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

Agus adalah salah satu relawan tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan di tempat karantina Asrama Mahasiswa Undip di Teluk Awur. Ia merupakan salah satu relawan yang berasal dari luar Jepara.

“Saya ikut perekrutan gelombang kedua. Kira-kira sudah sepekan di sini,” kata lelaki asal Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal ini usai melayani pasien isolasi, Senin (28/6/2021).

Agus merupaka lulusan STIKES Muhammadiyah Kendal. Sebelumnya, ia sempat bekerja di Tangerang. Kemudian ia pulang dan menjadi relawan tracing pasien Covid-19 di Kendal. Mendapat informasi perekrutan relawan nakes di Jepara, Agus langsung mendaftarkan diri.

Saat akan mendaftar, orang tua Agus sempat menolak niat itu. Alasannya tentu khawatir jika terjadi apa-apa pada dirinya. Terutama jika nanti terpapar virus yang sudah mematikan banyak orang itu.

“Saya masih muda. Tubuh masih kuat. Insyaallah bisa jaga diri,” begitu kalimat yang Agus sampaikan ke orang tuanya sehingga dia diizinkan menjadi relawan nakes di Jepara.

Aktivitas Agus Surya saat melayani pasien isolasi di Asrama Mahasiswa Undip Teluk Awur Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Karena tak memiliki saudara di Jepara, Agus terpaksa menginap di tempat karantina tersebut. Dalam sehari, ia bertugas selama delapan jam. Sisanya ia gunakan untuk istirahat dan menghibur diri.

“Biasanya kalau bosan tidur saya mancing. Saya bawa joran (alat pancing) sendiri dari Kendal,” imbuh Agus.

Diketahui, tempat karantina itu memang berada persis di dekat Pantai Teluk Awur Jepara.

Saat melayani pasien, Agus selalu mengenakan alat pelindung diri lengkap. Setiap hari, ia harus memeriksa pasien rutin.

Seperti memeriksa tekanan darah pada pagi, siang, dan sore. Bukan hanya itu, Agus juga bertugas menyiapkan makanan bagi para pasien.

Seperti diketahui, relawan nakes yang ditugaskan di tempat karantina terpusat dijanjikan pemerintah akan dibayar Rp 150 ribu per hari. Sejauh ini sudah ada 40 relawan nakes. Karena berdomisili di Jepara, para relawan bisa pulang ke rumah masing-masing jika selesai bertugas.

“Kalau kangen rumah, saya selalu teleponan atau video call sama orang tua. Memberi kabar kalau di sini baik-baik saja,” ucap Agus.

Agus mengaku, jika dibanding menjadi relawan nakes, kekhawatirannya lebih kecil dibanding menjadi tenaga tracing. Sebab, saat menjadi tenaga tracing, ia tidak selalu tahu orang yang didatangi positif Covid-19 atau tidak.

Meskipun begitu, menjadi relawan di tempat isolasi juga tak kalah bahaya. Sebab, setiap saat ia harus membersamai mereka yang sedang menjalani isolasi. Tak sampai di situ, Agus juga harus bersedia melayani pasien yang tiap hari selalu bertambah.

“Tidak apa-apa. Saya sudah terbiasa sejak menjadi tenaga tracing. Kalau selesai bertugas saya langsung mandi sampai bersih. Yang penting saya bisa bantu orang yang isolasi. Insyaallah berkah,” tutur Agus.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...