Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

RS Mardi Rahayu Kudus Pastikan Stok Oksigen Masih Aman, Pakai Tiga Vendor

Direktur RS Mardi Rahayu Pujianto saat menunjukkan ketersediaan oksigen cair. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus memastikan stok oksigennya aman dalam dua hari ke depan. Pasokan oksigen di rumah sakit swasta di Kota Kretek tersebut pun hingga kini masih berjalan lancar.

“Beruntungnya kami pakai tiga vendor. Jadi misal ada satu atau dua vendor yang agak tersendat, satu vendor lainnya bisa menutup kebutuhan,” kata Direktur RS Mardi Rahayu Pujianto, Senin (28/6/2021).

Tiga vendor tersebut, lanjut Puji, adalah Aneka Gas, Samator, dan Langgeng. Di kondisi saat ini, memang terjadi ketersendatan di vendor Aneka Gas dan Samator. Namun bisa ditutup oleh vendor langgeng sampai saat ini.

“Kami punya tiga tabung penyimpanan oksigen yang langsung menyalurkan ke masing-masing ruangan, yang Samator kemarin memang sedikit tersendat, yang langgeng untuk saat ini masih lancar saja sehingga stok oksigen kami aman,” ujarnya.

Puji mengatakan, kebutuhan oksigen selama beberapa pekan terakhir memang mengalami peningkatan.

Dari 127 tempat tidur isolasi, kebutuhan per harinya adalah sebanyak 2.200 meter kubik oksigen. Sementara untuk pasien noncovid setidaknya harus tersedia 2.500 meter kubik oksigen.

Rumah Sakit Mardi Rahayu sendiri, lanjut Puji kini masih memiliki ketersediaan sebanyak 12 ribu meter kubik persediaan oksigen cair. Jumlah tersebut masih sangat cukup untuk dua hari ke depan.

Diketahui, Jumlah kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di semua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus meningkat dua kali lipat selama lonjakan kasus ini.

Walau demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus memastikan ketersediaan oksigen maupun distribusinya di semua rumah sakit rujukan di Kudus masih aman.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, peningkatan kebutuhan oksigen harian Kudus sebelum lonjakan adalah sebanyak dua ton oksigen. Sementara saat ini meningkat menjadi sebanyak empat ton oksigen.

“Memang kemarin ada sedikit gangguan distribusi dari Samator (vendor), tapi untuk Kudus masih bisa berjalan,” kata dia.

Badai pun memastikan belum ada rumah sakit di Kabupaten Kudus yang kehabisan oksigennya. Hanya memang beberapa waktu lalu sempat ada yang nyaris kehabisan.

Sampai saat ini juga, lanjut dia, belum ada pasien Covid-19 yang meninggal karena terlambat diberi oksigen karena rumah sakit kekurangan stok.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...