Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Imbas Pandemi, Omzet Pedagang Pasar di Kudus Merosot Hingga 90 Persen

Warga berjualan di Pasar Kliwon Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Kudus menyebut omzet pedagang 25 pasar di Kudus turun 90 persen. Hal itu imbas dari pandemic Covid-19.

Ketua APPSI Kabupaten Kudus Sulistiyanto mengatakan, merosotnya omzet hingga 90 persen itu karena pedagang dari luar takut datang ke Kudus. Sehingga tidak berjualan yang secara tidak langsung memberikan dampak sepinya pasar.

Sulistiyanto mencontogkan Pasar Kliwon Kudus yang menjadi sentra bagi pedagang dari luar Kudus seperti Demak, Pati, Jepara, dan Purwodadi, untuk kulakan.

Namun, karena kondisi Covid-19 di Kudus yang belum mereda, membuat mereka takut masuk ke Kudus. Hal itulah yang membuat suasana Pasar Kliwon sepi. Hal ini juga berimbas pada pasar-pasar lain di Kudus.

“Covid-19 di Kudus belum mereda. Pedagang Pasar Kliwon yang dari luar takut ke Kudus. Otomatis Pasar Kliwon kan sepi. Ketika Pasar Kliwon yang digunakan untuk kulakan sepi, maka pasar lainnya di Kudus sepi juga,” katanya, Senin (28/6/2021).

Dia membenarkan jika omzet turun sampai 90 persen. Sebab, per hari ini saja Pasar Kliwon sepi aktivitas. Hal itu disebutnya terasa sejak awal Juni 2021 lalu.

Dia menambahkan, selain sepi karena imbas Covid-19, menurutnya kebijakan pembatasan juga membuat pasar menjadi sepi. Menurutnya penurunan omzet hingga 90 persen itu merupakan efek domino.

“Ketika Pasar Kliwon yang merupakan tulang punggung pasar-pasar di Kudus sepi, pasar lainnya yang kecil-kecil pasti sepi,” ungkapnya.

Sulistiyanto melanjutkan, imbas Covid-19 tidak hanya dirasakan pembeli dan pedagang saja. Melainkan juga dirasakan oleh petugas parkir dan penjual makanan di area pasar.

“Saya sudah muter di pasar-pasar yang ada di Kudus. Sebanyak 25 pasar yang ada di Kudus terdampak Covid-19 sehingga omzetnya turun sampai 90 persen,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Koordinator Pasar Kliwon, Sugito. Dia membenarkan adanya penurunan omzet pedagang sebanyak 90 persen. Menurutnya hingga hari ini, Senin (28/6/2021) kondisi di Pasar Kliwon memang sepi.

“Iya sekitar 90 persen penurunan omzetnya. Seperti hari ini saja kondisi pasar masih sepi. Karena memang benar juga pedagang dari luar Kudus yang biasa jualan dan kulakan juga enggak ke sini. Sehingga berdampak juga bagi pasar kecil,” ujarnya.

Selain pedagang yang sepi, kondisi pandemi Covid-19 juga berdampak bagi tukang parkir dan juga penjual makanan di area pasar. Dia berharap agar Covid-19 segera selesai.

“Semoga pandemi Covid-19 berakhir dan perekonomian kembali membaik,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...