Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kebijakan Pasar Sehari Libur di Jepara Gagal Total

Salah satu pedagang di Pasar Jepara II masih terus berjualan meski ada kebijakan penutupan pasar. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membuat kebijakan meliburkan pasar satu hari dalam sepekan. Namun, sampai kini kebijakan tersebut tak kunjung bisa dilaksanakan sesuai harapan.

Budi Purwanto, Kepala Pasar Jepara 2, mengaku sulit menjalankan kebijakan tersebut. Pihaknya sudah mengkomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pedagang. Namun, mereka menolak dengan berbagai alasan.

“Sudah kami sampaikan ke penjual-penjual. Tapi mereka menolak. Mereka keberatan,” kata Budi, Senin (28/6/2021).

Budi mengungkapkan, setelah Lebaran kondisi pasar sepi. Terlebih setelah adanya peningkatan kasus Covid-19 dan Jepara kembali masuk dalam zona merah.

Sehingga, pihaknya tidak bisa memaksa pedagang untuk tidak berjualan. Meskipun hanya sehari dalam sepekan.

“Kalau kami ajak bicara, mereka bilang kalau pasar sudah sepi. Kalau dipaksa ditutup, mereka bingung cari makan bagaimana. Sejauh ini kami buat peraturan jam 14.00 WIB pasar harus tutup. Semua pedagang harus pulang,” terang Budi.

Senada dengan Budi, Darmuji, Kepala Pasar Ratu Jepara, pedagang di pasar tersebut juga keberatan jika mesti libur sehari. Pasalnya, pasar tersebut juga cenderung sepi pengunjung. Meskipun akhir pekan, kondisi pasar juga masih sepi.

Di sisi lain, lanjut Darmuji, sepinya pasar saat akhir pekan juga diakibatkan adanya kebijakan pemerintah dua hari di rumah saja. Ia melihat, kebijakan tersebut cenderung lebih efektif dibanding menutup pasar.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menegaskan, tidak bisa memaksakan kebijakan tersebut berjalan dengan baik.

Sebab, sektor perekonomian khususnya pasar, tidak bisa asal ditutup. Pasalnya, pusat kegiatan utama ekonomi masyarakat seluruh lapisan ada di pasar.

“Sektor ekonomi kalau kita tutup pasti akan jomplang. Kegiatan seperti ini masih kita berikan ruang kelonggaran sedikit,” jelas Andi.

Kendati demikian, pihaknya memilih memperketat penerapan protokol kesehatan. Setelah melihat langsung kondisi pasar, Andi melihat kesadaran pengunjung akan prokes semakin meningkat. Itu dibuktikan dengan mayoritasnya pengunjung dan pedagang yang memakai masker.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...