Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Vaksinasi Covid untuk Anak Usia 12-17 Tahun, RS di Kudus Masih Wait and See

Vaksin Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rekomendasi untuk vaksinasi Covid-19 bagi anak berusia 12 tahun hingga 17 tahun, melalui surat dengan Nomor RG.01.02.322.06.21.00169/T.

Namun rumah sakit di Kabupaten Kudus yang ditunjuk untuk melakukan proses vaksinasi masih wait and see untuk menerapkan hal ini. Salah satunya RS Aisyiyah Kudus.

Ketua Gugus Tugas Covid RS Aisyiyah dr Agus Prastyo menyampaikan, pihak RS Aisyiyah saat ini belum menerima surat edaran BPOM itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Pihaknya saat ini masih menunggu.

“Kami masih menunggu dari DKK. Karena saat ini masih fokus untuk vaksinasi usia 18 tahun ke atas,” katanya, Senin (28/6/2021).

Namun, dr Agus Prastyo  mengatakan kebenarannya bahwa dari pihak BPOM sudah mengeluarkan surat edaran terkait rekomendasi vaksinasi bagi usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Menurutnya jika BPOM sudah merekomendasikan, artinya vaksinasi bagi usia 12 tahun hingga 17 tahun dirasa aman.

“Kalau berdasarkan surat edarannya itu dosisnya 600 SU/0,5 mL atau medium dose. Dari pihak BPOM sudah menyampaikan tahap uji klinisnya dan keluarlah surat edaran tersebut,” terangnya.

Perihal jenis vaksin yang nantinya diberikan kepada usia 12 tahun hingga 17 tahun, dr Agus Prastyo mengatakan bergantung pada Dinas Kesehatan masing-masing yang ada di wilayah tersebut. Kendati begitu, dia menyebut semua merk vaksin aman.

“Tergantung ketersediaannya nanti dari Dinas Kesehatan. Tetapi mau itu Sinovac, Astrazeneca, atau Pfizer aman. Karena komposisinya sama. Yang membedakan hanya merknya,” ungkapnya.

Ditanya soal upaya pemerintah pusat yang berencana melakukan vaksinasi bagi usia 12 tahun hingga 17 tahun itu, dr Agus Prastyo menyebutkan beberapa faktor. Mulai dari banyaknya angka kematian di usia 12 tahun hingga 17 tahun, dan menyebarnya varian delta yang lebih cepat menyerang anak-anak.

“Varian delta itu lebih cepat menyerang anak-anak dibandingkan varian yang sebelumnya. Tapi memang tidak separah ketika varian delta menyerang orang dewasa. Karena usia 12 tahun hingga usia 17 tahun rata-rata belum memiliki komorbid,” jelas dia.

Mengingat Covid-19 di Kota Kretek yang belum mereda, dr Agus Prastyo mengimbau masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan (prokes).

“Ketika nantinya kebijakan vaksinasi untuk usia 12 tahun hingga 17 tahun diterapkan di Kudus, saya mengimbau masyarakat ikut serta. Karena demi terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...