Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Pranowo Sepakat, Kades-Perangkat Yang Viral Berjoget dengan Biduan Harus Diproses

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Aksi Kepala Desa (Kades) Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Masrukin bersama perangkatnya yang berjoget dengan biduan dangdut di Kabupaten Grobogan berbuntut panjang. Kades bersama tujuh orang lainnya dikabarkan telah diperiksa aparat kepolisian.

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun sepakat dengan langkah kepolisian yang telah melakukan tindakan. Menurutnya, oknum yang terlibat dalam kejadian itu memang harus diproses.

“Sudah (diperiksa). Bupatinya bagus, merespon cepat, dan bupatinya sudah ngomong itu ‘kurang ajar’. Itu bener itu, jadi jangan ‘kurang ajar’,” katanya Minggu (27/6/2021).

Ganjar menyebut, hal tersebut tak layak dalam kondisi pandemi seperti ini, apalagi menggelar pesta. Terlebih, yang menggelar merupakan kepala desa yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat tentang disiplin protokol kesehatan.

“Kondisi seperti ini malah pesta-pesta, saya sepakat itu (diperiksa polisi). Memang harus diproses, tidak benar itu (aksi kades yang berjoget), ” tegasnya.

Diketahui, viral sebuah video berdurasi 16 detik yang memperlihatkan aksi Kades di Grobogan bersama aparatur ya tengah asyik berjoget bersama biduan dangdut tanpa memakai masker atau menjaga jarak. Kades tersebut yakni, Masrukin Kepala Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

Video tersebut pun menjadi pergunjingan wargat-net di sejumlah platform media sosial. Bupati Grobogan, Sri Sumarni juga merasa geram dengan peristiwa itu.
Seharusnya seorang kepala desa memberikan contoh bagi warganya dalam penegakan protokol kesehatan dimasa pandemi. Bahkan, Sri Sumarni menyebut kades dan perangkatnya itu kurang ajar.

Kades Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Masrukin, juga telah melayangkan sebuah video permintaan maaf. Video permintaan maaf tersebut berdurasi 1 menit 54 detik yang juga memperlihatkan sejumlah perangkat desanya.

Video permintaan maaf tersebut, juga diunggah di akun resmi Bupati Grobogan @sumarnigrobogan.

“Pada kesempatan kali ini ijinkan kami atas nama pemerintah Desa Dokoro, memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat khususnya warga Grobogan yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan video yang beredar, ” ucap Masrukin dalam video permintaan maafnya.

Masrukin menyatakan, dalam video yang viral tersebut merupakan aksi spontanitas dan terjadi setelah acara selesai. Aksi spontan itu dilatarbelakangi karena telah pemilihan dan pelantikan perangkat desa di desa tersebut sudah selesai.

“Video tersebut adalah spontanitas dan terjadi setelah acara selesai,karena kebahagiaan kami atas terlaksananya pemilihan dan pelantikan perangkat desa di desa kami. Hal ini menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi kami agar lebih berhati-hati dalam menjalankan segala bentuk kegiatan terutama di masa pandemi,” lanjutnya.

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Budi erje

Comments
Loading...