Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Acara Pernikahan di Mampang Prapatan Berujung Panik, Satpol PP Datang Bubarkan Acara

Acara resepsi pernikahan di Mampang Prapat, Jakarta Selatan, dibubarkan Satpol.(Tribunews.com/istimewa)

MURIANEWS, Jakarta- Pesta pernikahan yang berlangsung di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, berujung kepanikan, Sabtu (26/6/2021). Acara tersebut terpaksa dibubarkan oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Resepsi pernikahan itu digelar di Cafe Respati yang berlokasi di halaman Gedung Mustika, Kelurahan Tegal Parang. Acara yang sedianya diharapkan bisa menimbulkan kesan mendalam, berubah menjadi kepanikan, saat petugas Satgas Penangan Covid-19 datang membubarkan acara.

Tamu undangan yang hadir, diminta meninggalkan tempat acara, karena dinilai telah melanggar aturan protokol kesehatan. Sedangkan EO (Event Organizer), juga mendapatkan teguran atas kejadian ini.

Kasatpol PP Tegal Parang TB Maulana mengatakan, resepsi pernikahan itu dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pelanggaran itu terkait dengan jumlah tamu yang diperkenankan hadir. Pada kejadian ini undangan melebihi dari ketentuan yang disyaratkan. Tamu yang hadir jumlahnya tidak sesuai dengan yang diperbolehkan.

“Undangannya melebihi kapasitas 25 persen, Ada sekitar 50 tamu undangan dalam acara tersebut dan tampak berkerumun,” kata Maulana memberi konfirmasi seperti yang dilansir Tribunnews.com.

“Kalau pengukur suhu tubuhnya ada, tapi ini nggak ada jaga jarak. Kita bubarinnya juga ngeri sebenarnya lagi kayak gini,” ujar dia.

Selain berkerumun, penyelenggara acara resepsi juga melakukan pelanggaran lain dengan menyediakan makanan secara prasmanan.

“Kita sanksi teguran tertulis untuk penyelanggaranya atau EO (event organizer) dan kita juga lakukan sanksi pembubaran,” tutur Maulana.

Lebih lanjut, dijelaskan juga oleh Maulana, pembubaran resepsi pernikahan tersebut berawal dari informasi pengelola Gedung Mustika. Pihak pengelola gedung meminta agar resepso digelar dengan memenuhi protokol kesehatan secara tegas. Namun pihak EO tidak mengindahkannya.

“Pihak pengelola gedung menyediakan fasilitas tempat tapi harus dengan prokes. Nah, yang melanggar ini EO-nya,” tambah Maulana lagi.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Tribunnews.com

 

Comments
Loading...