Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria Disabilitas di Kudus Ini Mahir Servis Hingga Rakit Laptop Bekas

Khoirus Syuaib (31) tengah menyervis laptop pelanggan yang rusak (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Keterbatasan fisik tak membuat salah seorang pria asli Kudus bernama Khoirus Syuaib (31) patah arang. Bahkan kini Syuaib telah sukses memiliki sebuah usaha servis dan jual-beli laptop second di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kelurahan Mlati Norowito Rt3//Rw9, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Bahkan, dirinya juga sudah mempunyai sebuah toko komputer di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang kini dikelola oleh adik sepupunya.
Jika dilihat sekilas, Syuaib tak jauh berbeda dengan pria lain, namun saat diperhatikan dirinya memiliki kekurangan pada bagian tulang belakang agak membungkuk yang dinamakan kifosis.

Ibarat paribahasa berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Syuaib mampu mendirikan usahanya saat ini, tak lepas dari perjuangan dan ketekunannya mendalami bidang komputer yang memang disukainya semenjak masih duduk di bangku sekolah.

Syuaib menceritakan, setelah lulus dari salah satu madrasah aliyah di Kudus, dirinya lantas melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi swasta di Bogor. Sesuai bidang yang disukainya, kala itu sekitar tahun 2014 dirinya mengambil program studi D3 Jurusan Teknik Informatika (TI).

“Saya dulu tertarik dengan programmer, karena sekolah khusus programmer mahal akhirnya saya lebih memilih menekuni bidang reparasi laptop, ” katanya, Minggu, (27/6/2021).

Saat menempuh perguruan tinggi, dirinya pun juga sedikit demi sedikit telah menerima servis laptop ataupun merakit laptop bekas. Tak hanya itu dirinya juga pernah merangkap bekerja di perusahaan swasta sewaktu masa kuliah.

Sekitar tahun 2017, Syuaib pun berhasil menyelesaikan studinya. Tak puas sampai disitu dirinya juga sempat mengikuti kursus komputer untuk mengasah kembali keahliannya.

Tak lama berselang, Syuaib pun memilih pulang ke kampung halamannya di Kudus. Lalu menempati rumah kontrakan yang kini digunakan sebagai base camp untuk membuka servis dan merakit laptop bekas. Dari laptop-laptop rusak yang dibelinya, kemudian diperbaiki menjadi normal untuk dijual kembali.

“Saya menggeluti servis laptop itu semenjak tahun 2016, dan buka di Kudus itu sekitar tahun 2018. Saya itu jual laptop second, sering cari laptop rusak lalu saya kanibal dan di jual lagi dengan kondisi yang sudah siap pakai. Saya juga terima servis laptop, ” jelasnya.

Syuaib menjelaskan, dirinya bisa melayani permintaan laptop bekas dari konsumen sesuai budget dan kebutuhan yang diinginkan. Mulai dari laptop spesialis desain, spesialis gamming, hingga spesialis editor video, tentunya dengan harga yang sangat terjangkau.
“Budget bisa menyesuaikan dari konsumen, misal laptop bekas untuk desain itu bisa Rp3,5 juta, Rp4,5 juta itu spesifikasinya sudah tinggi dan layak untuk desain. Biasanya kalau jual saya juga kasih garansi satu bulan, ” jelas warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.

Sedangkan untuk servis laptop pihaknya melayani sejumlah kerusakan baik ringan, berat, software ataupun hardware. Baik mulai dari tambah RAM, ganti hardisk, ganti keyboard, update ulang windows, hingga mati total pun bisa diperbaikinya.

“Untuk budget servis tergantung tingkat kerusakannya, misal update ulang software ya Rp50 – Rp100 ribu. Kalau ganti sparepart itu beda, bisa 200, 250 ribu bahkan lebih, apalagi mati total itu bisa Rp500 ribu lebih tergantung kerusakannya,” ungkapnya.

Tangan terampilnya yang bisa memperbaiki segala jenis kerusakan laptop tersebut, membuat pelangaan dari sejumlah daerah pun berdatangan. Bahkan masyarakat se-eks Karesidenan Pati pernah datang ke tempatnya untuk melakukan servis ataupun beli laptop second.

Menurutnya, pelanggan yang berdatangan tersebut tidak terlepas dari jejaring luas yang dimilikinya, baik dari sekolahan ataupun dari mulut ke mulut pelanggan serta teman seprofesinya. Sementara untuk sparepart bekas kebanyakan dijual melalui market place.

“Pelanggan sekarang sudah banyak. Ada dari Pati, Demak, Semarang sudah pernah kesini. Ada yang masih sekolah, kuliah, sampai pegawai instansi pemerintahan juga ada yang jadi pelanggan. Kalau spare part yang jarang atau sulit dicari saya jual ke market place, kalau spare part umum untuk rakit sendiri kadang juga kuwalahan,” imbuhnya.

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Budi erje

Comments
Loading...